Pemkab Sumedang Siap Batasi Truk Sumbu 3 di Jatinangor Demi Keselamatan

Sedang Trending 1 jam yang lalu

, SUMEDANG, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang, Jawa Barat, menyiapkan langkah pembatasan truk sumbu tiga nan melintas di area pendidikan Jatinangor. Kebijakan ini diambil untuk meningkatkan keselamatan dan kelancaran lampau lintas di wilayah dengan mobilitas tinggi tersebut.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir di Sumedang, Kamis, mengatakan bahwa langkah itu merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat dan mahasiswa nan selama ini mengeluhkan tingginya mobilitas kendaraan besar di jalur Jatinangor.

“Berdasarkan aspirasi masyarakat, mahasiswa, dan para dosen, kami mengimbau kendaraan besar, khususnya truk sumbu tiga, untuk tidak melewati area pendidikan Jatinangor. Kita pastikan kelancaran lampau lintas di area nan aktivitas pendidikannya sangat padat,” ujarnya.

Dorong Penggunaan Tol Cisumdawu

Bupati mendorong para pengusaha pikulan dan pemilik kendaraan berat agar memanfaatkan akses Jalan Tol Cisumdawu sebagai jalur alternatif. Dengan demikian, kendaraan besar tidak lagi melewati area pendidikan Jatinangor.

Kendaraan berat dari arah Bandung dapat menggunakan akses Gerbang Tol Cileunyi untuk masuk Tol Cisumdawu, sementara kendaraan dari arah Sumedang dapat melalui Gerbang Tol Pamulihan menuju Cileunyi.

“Kami berambisi para pengusaha dan pengemudi kendaraan besar dapat memanfaatkan tol. Dengan masuk dari Cileunyi alias Pamulihan, biaya tol nan dikeluarkan tidak terlalu memberatkan, namun manfaatnya sangat besar untuk meningkatkan keselamatan masyarakat di Jatinangor,” katanya.

Pihaknya menilai langkah tersebut menjadi strategis mengingat area pendidikan Jatinangor menjadi wilayah dengan mobilitas tinggi di Kabupaten Sumedang. Berdasarkan info Badan Pusat Statistik (BPS) Sumedang 2025, wilayah tersebut dihuni lebih dari 100 ribu masyarakat dari total wilayah 25 kilometer persegi dengan tingkat kepadatan nan cukup tinggi.

Tingginya aktivitas masyarakat juga dipengaruhi keberadaan empat perguruan tinggi utama, ialah Universitas Padjadjaran (Unpad), Institut Teknologi Bandung (ITB) Kampus Jatinangor, Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), dan Universitas IKOPIN. Unpad mencatat penerimaan 11.375 mahasiswa baru Tahun Akademik 2025/2026, sementara ITB Kampus Jatinangor mempunyai sekitar 7.000 mahasiswa nan beraktivitas di area tersebut.

Audiensi dengan Kemenhub

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyebut pihaknya telah melakukan audiensi dengan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia untuk mengusulkan sejumlah langkah penanganan. Mulai dari rekayasa lampau lintas, pembangunan akomodasi keselamatan, hingga pengaturan kendaraan berat.

Sementara itu, Direktur Lalu Lintas Jalan Kementerian Perhubungan, Rudi Irawan, menyambut baik usulan tersebut. Ia menyebut pembatasan kendaraan sumbu tiga dapat dilakukan melalui kajian teknis manajemen dan rekayasa lampau lintas berbareng lembaga terkait.

“Pembatasan kendaraan sumbu tiga dapat diusulkan melalui kajian teknis manajemen dan rekayasa lampau lintas nan nantinya bakal dibahas berbareng lembaga terkait, termasuk kepolisian dan penyelenggara jalan,” ujarnya.

Pemkab Sumedang berambisi penerapan pembatasan kendaraan berat di area pendidikan Jatinangor dapat segera terwujud. Dengan demikian, aktivitas masyarakat, mahasiswa, dan pengguna jalan dapat berjalan lebih kondusif serta nyaman.

Konten ini diolah dengan support AI.

sumber : antara

Selengkapnya
Sumber Republika Nasional
Republika Nasional