Pemimpin Hizbullah Naim Qassem Tegaskan Bakal Lawan Setiap Pelanggaran Gencatan Senjata oleh Israel

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Pemimpin Hizbullah Naim Qassem Tegaskan Bakal Lawan Setiap Pelanggaran Gencatan Senjata oleh Israel Pemimpin Hizbullah Naim Qassem menyatakan bakal melawan setiap pelanggaran gencatan senjata oleh Israel, meskipun Israel mulai mencabut pembatasan wilayah.(AFP)

PEMIMPIN Hizbullah, Naim Qassem, menegaskan Israel tidak boleh melanjutkan operasinya di Libanon. Pernyataan ini disampaikan setelah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan pasukan Israel bakal tetap berada di negara tetangganya tersebut "selama diperlukan."

"Israel tidak bakal tinggal di Libanon, apalagi jika mereka meningkatkan kejahatannya. Dan kami bakal memihak (diri kami)," ujar Qassem dalam sebuah pidato di Al-Manar TV pada Minggu.

Meskipun nota kesepahaman nan dicapai oleh Iran dan Amerika Serikat telah menguraikan berakhirnya permusuhan di Libanon, pertempuran di lapangan tetap terus bersambung seiring terjadinya bentrok antara pasukan Israel dan pejuang Hizbullah. Qassem menggarisbawahi golongan militan nan didukung Iran tersebut bakal merespons setiap tindakan nan mereka anggap sebagai pelanggaran gencatan senjata.

"Gencatan senjata apa pun di bawah tajuk penghentian menyeluruh terhadap agresi - kami sudah berkomitmen terhadap perihal itu. Namun kami tidak bakal menerima pelanggaran apa pun. Setiap pelanggaran, bakal kami hadapi. Setiap pelanggaran, bakal kami lawan. Setiap pelanggaran, bakal kami tangani sesuai dengan apa nan kami pandang tepat," tegas Qassem.

Di sisi lain, perkembangan krusial mengenai gencatan senjata terbaru menunjukkan Israel bersiap untuk mengakhiri pembatasan publik di seluruh wilayah negaranya, termasuk di sepanjang perbatasan Israel-Libanon, pada hari Minggu.

Komando Garis Depan Domestik Israel mengumumkan bahwa pembatasan terbaru, nan sebelumnya membatasi pertemuan publik dan aktivitas sekolah di Israel utara, bakal berhujung pada hari Senin pukul 06.00 waktu setempat. Sejak dimulainya perang dengan Iran lebih dari tiga bulan lalu, Israel secara teratur menerapkan pembatasan pada sektor pendidikan dan jumlah kerumunan massal di komunitas-komunitas nan dekat dengan Lebanon.

Melalui kebijakan baru ini, terhitung sejak Senin pagi, seluruh wilayah Israel dipastikan tidak bakal lagi mempunyai pembatasan nan memengaruhi aktivitas sekolah, pekerjaan, maupun pertemuan publik. (CNN/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia