'Love-Hate Relation' JPO Rasuna Said, Dinas Bina Marga DKI Beri Penjelasan

Sedang Trending 58 menit yang lalu
Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) nan menghubungkan Halte Kedubes Malaysia dan Halte Epicentrum Selatan tampil lebih menarik dengan kekuasaan warna cokelat di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Jumat (26/6/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta memberikan penjelasan mengenai keberadaan dua Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) nan lokasinya saling berdekatan di Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan. Kedua struktur penyeberangan tersebut mempunyai kegunaan dan sejarah pembangunan nan berbeda meski berdiri berdampingan.

Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinarwenny, menyampaikan JPO pertama merupakan akomodasi penyeberangan eksisting milik Pemprov DKI nan dibangun lebih awal untuk masyarakat umum.

Sementara itu, JPO kedua merupakan prasarana integrasi nan dibangun oleh pihak LRT Jabodebek untuk menghubungkan Stasiun LRT Jabodebek dengan Halte TransJakarta.

instagram embed

Dinar menjelaskan, perubahan akses ke Halte TransJakarta terjadi seiring dipindahkannya letak halte ke bawah Stasiun Terintegrasi LRT Jabodebek. Sejak perpindahan tersebut, jalur masuk halte tidak lagi menggunakan JPO eksisting, melainkan dialihkan melalui JPO integrasi.

Meski begitu, JPO integrasi buatan LRT Jabodebek tersebut tetap bisa dimanfaatkan oleh masyarakat umum nan sekadar mau menyeberang jalan tanpa kudu membeli tiket transportasi umum.

"JPO integrasi terdapat area tidak berbayar (unpaid area) sehingga dapat digunakan oleh masyarakat umum untuk menyeberang. Fasilitas ini telah dilengkapi dengan lift untuk memudahkan akses masyarakat, khususnya penyandang disabilitas, lansia, ibu hamil, serta pengguna lainnya nan memerlukan kemudahan akses," kata Dinar dalam keterangan resminya nan dirilis pada Senin (3/8).

Tak Bisa Disambung

Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) nan menghubungkan Halte Kedubes Malaysia dan Halte Epicentrum Selatan tampil lebih menarik dengan kekuasaan warna cokelat di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Jumat (26/6/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Menanggapi usulan publik nan meminta kedua JPO tersebut dihubungkan secara fisik, Bina Marga DKI mengungkapkan adanya hambatan teknis nan signifikan dari struktur bangunan.

Berdasarkan kajian, terdapat perbedaan elevasi lantai setinggi 75 sentimeter antara kedua JPO, sementara jarak mendatar antarkedua struktur sangat dekat, ialah hanya sekitar 60 sentimeter.

"Kondisi tersebut tidak memungkinkan untuk membangun tangga maupun ramp nan memenuhi persyaratan keselamatan, keamanan, kenyamanan, serta standar aksesibilitas bagi pengguna," terang Dinar.

Meskipun tidak terhubung langsung, jarak antara tangga turun kedua JPO tersebut relatif dekat, ialah hanya sekitar 50 meter. Masyarakat diimbau untuk memilih akomodasi JPO nan paling sesuai dengan titik tujuan penyeberangan masing-masing.

"Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan akomodasi penyeberangan nan tersedia dan selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas," pungkas Dinar.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan