Kasus dugaan penipuan wedding organizer (WO) Marwah Catering Service nan membatalkan resepsi pernikahan sepasang pengantin sekarang resmi ditangani pihak berwajib. Pemilik WO berinisial R dilaporkan menghilang setelah sempat menjanjikan tukar rugi.
Kasat Reskrim Polres Jaktim, Bayu Kurniawan menjelaskan, sebelum aktivitas pernikahan digelar, korban sebenarnya sudah sempat menemui pihak WO. Saat pertemuan tersebut, pelaku sempat menjanjikan tukar rugi, namun ujungnya malah kabur tanpa kejelasan.
"Korban saya tanyakan, jadi sebelum berjalan pernikahan, korban sempat menemui si pihak WO, dia sempat menemui, seperti itu, sebelum pernikahannya berlangsung. Nggak ada kabar, dan hilang," ungkap Bayu kepada wartawan, Senin (25/5).
Bayu mengatakan, terduga pelaku sekarang telah memutus seluruh akses komunikasi dengan pihak korban.
"Kalau dari korban seperti itu. Jadi si pemilik sudah nggak bisa dihubungi sama dia, si pemilik WO inisial R namanya," tambahnya.
Akibat kejadian penipuan ini, korban nan telah membikin laporan resmi ditaksir menderita kerugian materi nan cukup besar.
"Sesuai LP, Rp 84 juta jika nggak salah," sebut Bayu.
Menindaklanjuti laporan tersebut, jejeran Satreskrim Polres Jaktim langsung bergerak sigap dengan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi guna menggali keterangan.
"Korban baru buat laporan polisi sore kemarin. LP (Laporan Polisi) sudah dibuat, otomatis kita melakukan aktivitas penyelidikan terlebih dahulu. Kita sudah menjelaskan tiga orang saksi, terdiri dari dua korban suami istri, sama satu itu kerabat si pengantin perempuan," urainya.
Sebagai langkah awal penyelidikan, polisi juga menjadwalkan pengecekan langsung ke sebuah letak di area Jakarta Garden City (JGC) nan diklaim sebagai instansi dari WO tersebut.
"Kita rencana hari ini mau mengecek terlebih dahulu, kan katanya kantornya ada di JGC. Kita mau cek kantornya di JGC seperti apa," kata Bayu.
Pengecekan TKP ini dilakukan berasas keterangan korban nan mengaku pernah melakukan fitting baju pernikahan di letak tersebut.
"Katanya kan si korban sempat fitting baju di kantornya di JGC. Kita mau cek dulu ke sana, bener nggak ada kantornya di sana. Dalam rangka mencari info juga, lantaran baru kemarin baru kita terima laporannya," lanjutnya.
Peristiwa ini terjadi usai sepasang pengantin terpaksa membatalkan resepsi dan hanya menggelar janji seadanya di Gedung Islamic Center, Kota Bekasi, pada Sabtu (23/5). Kala itu, mempelai wanita mengaku kecewa lantaran pihak WO tidak datang menyelenggarakan aktivitas sehingga tidak ada dekorasi, katering, hingga pengarsipan pada hari bahagianya tersebut.
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·