Pemilik Sebut Kapal yang Bawa 5 Jurnalis Liput Anak Krakatau Layak Berlayar

Sedang Trending 6 hari yang lalu
Jakarta -

Rombongan lima wartawan untuk meliput erupsi Gunung Anak Krakatau lenyap kontak usai berangkat dari Carita, Banten, menggunakan kapal sigap (speedboat). Pemilik kapal, Sandi Wiasa, memastikan kapal dalam kondisi layak berlayar dan dilengkapi arsip serta jaket pelampung saat bertolak dari Dermaga Pegedongan.

"Kapal nan dipergunakan adalah kapal saya, itu berangkat kemarin sekitar jam 14.00 WIB lebih dari Dermaga Pegedongan," kata Sandi dilansir Antara, Rabu (9/9/2026).

Sandi mengatakan kondisi perairan ketika kapal berangkat tergolong normal dan kapal membawa delapan orang, sesuai dengan kapabilitas kapal. Ia juga memastikan kapal mempunyai arsip perizinan serta jaket pelampung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Masih layak. Kapal layak untuk jalan," ujar dia.

"Untuk kelengkapan, untuk perizinan kita ada, surat-surat kapal kita ada, terus life jacket ada, Pak," lanjutnya.

Menurut Sandi, info mengenai kapal nan tidak dapat dihubungi pertama kali diterimanya dari Kapolsek Carita. Sandi mengatakan tidak menerima info tersebut langsung dari nakhoda kapal.

Kapal tersebut juga mempunyai dunia positioning system (GPS) portabel, tetapi Sandi mengaku tidak mengetahui apakah perangkat tersebut dapat digunakan untuk melacak posisi kapal.

Setelah mengetahui kapal lenyap kontak, Sandi turut berupaya mencari info dengan menghubungi sejumlah kerabat di wilayah Pulau Sebesi, Lampung, serta berkoordinasi dengan Basarnas.

"Ya, saya sudah menghubungi beberapa saudara-saudara kita nan ada di wilayah Sebesi, Lampung. Alhamdulillah sekarang juga sedang berupaya untuk membantu pencarian dengan nelayan-nelayannya," kata dia.

Sandi mengatakan perjalanan dari Carita menuju area Krakatau biasanya memerlukan waktu sekitar dua jam. Sandi juga membenarkan bahwa pemandu dalam rombongan sempat mengirimkan foto kondisi Gunung Anak Krakatau kepada istrinya.

"Masih ada dengan guide-nya, Pak," ujar Sandi.

Menurut dia, foto tersebut dikirim sekitar empat jam setelah kapal bertolak dari Carita dan memperlihatkan kondisi Gunung Anak Krakatau dengan jelas. Sandi mengatakan posisi kapal saat foto tersebut diambil berada lebih dari tiga kilometer dari kawah Gunung Anak Krakatau.

Berdasarkan laporan Kantor SAR Banten, speedboat nan membawa rombongan wartawan tersebut bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9), pukul 14.00 WIB untuk melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Komunikasi terakhir mencatat korban sempat mengirimkan letak terkini share kepada rekan wartawan di Lampung pada pukul 14.42 WIB, sebelum akhirnya lenyap kontak pada pukul 15.04 WIB di titik koordinat duga 6°14'40.52"S 105°40'49.48"T.

Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan bahwa dalam operasi pencarian sampai dengan 18.15 WIB tim nan bekerja menjangkau sampai dengan Pulau Krakatau dan Pulau Panjang dengan hasil nihil.

Operasi pencarian diagendakan bersambung pada Rabu (9/9) pagi. Kantor SAR Banten mengerahkan KN SAR Tatuka, RIB Banten, dilengkapi peralatan SAR air, medis, dan komunikasi bekerja sama dengan Polairud Polda Banten.

"Untuk rencana besok tetap kelak kita memperluas area pencarian lantaran hari ini kita mempelajari rute dari Carita sampai dengan Anak Gunung Krakatau. Seperti itu," kata dia.

Data sementara Basarnas mencatat terdapat sedikitnya delapan orang nan dalam pencarian (DP), di antaranya pewarta foto M Bagus Khoirunnas (Antara), Ari Basuki (Merdeka), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), Donal (pewarta lepas/freelance), kapten kapal, ABK, dan guide.

(rfs/eva)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News