Pemerintah Targetkan 100 GW PLTS dalam 3 Tahun, Seberapa Realistis?

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah menargetkan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hingga 100 Giga Watt (GW) dalam tiga tahun ke depan. Hal tersebut menyusul pengarahan langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto.

Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Sripeni Inten Cahyani menilai capaian dari sasaran tersebut sangat berjuntai pada kesiapan sisi permintaan (demand) listrik di dalam negeri.

"Jadi gini, di dalam membangun suatu suplai, dalam perihal ini adalah listrik, dalam perihal ini ada pembangkit listrik, kudu bicara demand. Jadi 100 Giga Watt tadi kudu ketemu demandnya 100 gigawatt," kata Sripeni di Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Menurutnya, pemerintah sebenarnya telah mulai memikirkan sisi permintaan tersebut. Salah satunya melalui rencana konversi kendaraan berbahan bakar minyak (BBM) menjadi kendaraan listrik dalam skala besar.

Selain itu, program elektrifikasi desa juga dinilai dapat menjadi pendorong signifikan. Sebagai contoh, rencana pengembangan 80 ribu desa dengan dugaan kebutuhan listrik sekitar 1 Mega Watt (MW) per desa.

Adapun, dengan kalkulasi tersebut, kebutuhan listrik desa dapat dioptimalkan melalui beragam pemanfaatan, mulai dari kendaraan listrik, cold storage untuk nelayan, hingga pengembangan industri pengolahan di tingkat lokal.

"Ada hilirisasi industri pengolahan mineral, dan itulah langkah kami di situlah letak konsumsi listrik terbesar. nan kedua, info center. Satu info center bisa 1 GW loh. Tetapi info center itu memerlukan air pendingin. Dekatkan saja info center dengan PLTA," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Presiden Prabowo Subianto mempercepat langkah transisi ke daya hijau salah satunya dengan sasaran pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) kapabilitas raksasa. Dia menargetkan Indonesia bisa mencapai kapabilitas terpasang hingga 100 Gigawatt (GW) setidaknya pada 2029 mendatang.

Prabowo menegaskan bahwa pemerintah bakal memaksimalkan pemanfaatan listrik dari daya surya dalam kurun waktu tiga tahun ke depan.

"Kami mau bergerak sangat sigap untuk menggunakan listrik dari daya surya. Kami mempunyai rencana dan kami berkeinginan untuk melangkah secepat mungkin, dalam waktu tiga tahun, kami mau mencapai 100 gigawatt daya surya," ujar Prabowo dalam aktivitas Indonesia-Japan Business Forum di Tokyo, Jepang, Senin (30/3/2026).

Rencana percepatan pembangunan PLTS tersebut dinilai mendesak untuk direalisasikan. Menurutnya, eskalasi bentrok dan ketidakpastian geopolitik nan terus berkembang, khususnya di area Timur Tengah menjadi ancaman bagi stabilitas pasokan daya nasional.

"Bagi kami, perihal ini lebih mendesak lantaran situasi geopolitik di Timur Tengah memberikan ketidakpastian strategis bagi keamanan daya kami," tegas Prabowo.

Sebagai antisipasi, pemerintah terus berupaya mengamankan pasokan melalui pemanfaatan sumber daya domestik. Selain tenaga surya, Indonesia juga mempunyai potensi besar di sektor panas bumi serta tengah menggenjot produksi bahan bakar nabati (biofuel) seperti biodiesel 50% (B50) dan bioetanol.

(pgr/pgr)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News