Pemerintah tengah menyiapkan skema baru untuk pengelolaan Kereta Cepat Whoosh seiring upaya penyelesaian restrukturisasi pembiayaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB).
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengatakan pemerintah telah menyepakati penyelesaian tanggungjawab pembiayaan proyek kereta sigap berbareng Kemenkeu, Kemenhub, PT KAI, dan BPI Danantara.
"Untuk restrukturisasi finansial kereta cepat Jakarta-Bandung, sebetulnya kami bertiga, berempat sebetulnya, ya, Kemenko Infrastruktur, kami menjembatani tentunya ini mengenai dengan Kementerian Perhubungan, Kementerian Keuangan dan juga Danantara, tentu KAI sendiri juga dilibatkan sebagai stakeholder utama," kata AHY, saat ditemui di Wisma Danantara, Jakarta, dikutip Selasa (16/6).
Kata AHY, seluruh pihak telah mencapai kesepahaman mengenai penyelesaian utang proyek kereta sigap sesuai pengarahan Presiden Prabowo Subianto.
AHY menilai penyelesaian persoalan pembiayaan Whoosh menjadi tahap krusial sebelum pemerintah melangkah ke rencana pengembangan jaringan kereta sigap ke Surabaya.
"Karena ini tahapan nan sangat krusial dan menentukan jika kita punya niat untuk mengembangkan kereta sigap ini ke wilayah lainnya. Seperti bahwa banyak angan juga tidak hanya sampai dengan Bandung, lantaran Jakarta-Bandung sebetulnya relatif dekat," katanya.
AHY melanjutkan, pemerintah saat ini tetap mematangkan konsep pengembangan kereta sigap lanjutan. Namun, konsentrasi utama tetap memastikan operasional dan pembiayaan Whoosh Jakarta-Bandung ada dalam kondisi sehat.
Saat ditanya soal skema pengelolaan ke depan, termasuk kemungkinan operator Whoosh berada di bawah BLU Kemenkeu, AHY mengindikasikan konsep tersebut sedang disiapkan pemerintah.
"Sampai dengan hari ini kurang lebih seperti itu konsepnya [BLU Kemenkeu]," imbuh AHY.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·