Jakarta -
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso mengungkap rencana pemerintah menyiapkan paket stimulus ekonomi lanjutan. Paket kebijakan tersebut bakal diumumkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada Senin pekan depan.
Susiwijono mengatakan, Presiden Prabowo Subianto meminta pemerintah terus menjaga laju pertumbuhan ekonomi agar tetap lebih tinggi dibanding capaian kuartal I. Oleh lantaran itu, setelah beragam stimulus digelontorkan pada kuartal II, pemerintah kembali menyiapkan stimulus untuk kuartal III dan periode berikutnya.
"Jadi, pak presiden kan tetap minta kita jika bisa di atas kuartal I, nah ini nan kita kudu kejar terus. Kemarin kan beberapa stimulus quarter II kan sudah kita keluarkan. Mungkin Pak Menko kelak hari Senin bakal menyampaikan stimulus di kuartal III dan berikutnya," ujar Susiwijono di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Jumat (19/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan, sejumlah insentif nan selama ini diberikan untuk menjaga daya beli masyarakat dan mendorong aktivitas ekonomi kemungkinan kembali dilanjutkan. Dari sisi permintaan alias demand, pemerintah menyiapkan support pangan dan beragam insentif fiskal.
Sementara dari sisi penawaran alias supply, pemerintah mempertimbangkan perpanjangan akomodasi PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) serta potongan nilai tarif transportasi. Apalagi, Susiwijono menyebut masa libur sekolah telah tiba. Meskipun, dia mengaku tidak tahu rincian insentif nan bakal diberikan.
"Karena sudah mulai musim liburan, dari sisi supply kita minta juga ada penurunan nilai melalui potongan nilai transportasi seperti biasa. Nanti bakal diumumkan Pak Menko," ujar Susiwijono.
Ia menambahkan, kondisi dunia nan mulai membaik juga diharapkan mendukung pemulihan ekonomi. Menurutnya, meredanya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran berpotensi menekan nilai minyak dunia, sementara pembukaan kembali jalur pelayaran melalui Selat Hormuz dapat membantu memperlancar rantai pasok global.
"Amerika dengan Iran sudah mulai signing untuk tenteram kan. Otomatis pasti pengaruhnya bersekali nilai minyak oil and gasnya juga pasti bakal mulai menyesuaikan, turun. Kemudian beragam hambatan logistik supply chain dengan Selat Hormuz dibuka juga pasti akan, mungkin bagus lah," tutup Susiwijono.
(ily/ara)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·