Liputan6.com, Jakarta - Proses penanganan kebakaran rimba dan lahan (Karhutla) di Sumatera dan Kalimantan tetap terus dilakukan. Pemerintah menggunakan beragam langkah dalam proses pemadaman tersebut, termasuk menerima support dari negara sahabat.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengungkapkan, support tersebut salah satunya datang dari Jepang. Hal ini sebelumnya juga telah disampaikan oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.
Tak hanya itu, pesawat sewa dari Rusia juga dijadwalkan masuk ke Sumatera Selatan pada minggu ini.
"Saya membaca dari media dari Pak Menhan bakal ada support dari Jepang dan bakal ada pesawat sewa nan bakal datang juga dari Rusia nan bakal masuk ke Sumsel minggu-minggu ini. Ini disewa oleh BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana)," kata Raja Juli kepada wartawan, Selasa (1/9/2026).
Raja Juli menegaskan, langkah ini menjadi salah satu upaya nan dilakukan oleh pemerintah dalam penanggulangan karhutla di Sumatera maupun Kalimantan.
"Jadi apa pun ya kekuatan nan memang memungkinkan kita untuk melakukan pemadaman karhutla ini bakal kita lakukan secara maksimal," ucapnya.
Selain itu, proses pemadaman melalui udara terus dilakukan. Pemerintah hingga saat ini telah mengerahkan 53 Satuan Tugas (Satgas) udara. Mereka bekerja untuk melakukan patroli, operasi modifikasi cuaca (OMC), hingga proses water bombing.
Raja Juli juga mengungkapkan hambatan nan tetap dihadapi petugas di lapangan ketika proses pemadaman berlangsung. Salah satu hambatan nan dihadapi oleh petugas lapangan ialah minimnya sumber air nan digunakan untuk memandamkan lahan.
"Dari segi teknis insya Allah apa nan diminta oleh teman-teman wilayah terpenuhi, namun realitas di lapangan sumber air tetap menjadi hambatan ya meskipun tadi sumur bor sudah datang," terangnya.
Raja Juli menuturkan, salah satu penanganan kebakaran ialah saat berada di pinggir jalan tol di Sumatera Selatan. Petugas mengalami hambatan lantaran hanya terdapat satu sumber air, sedangkan titik api telah menjalar semakin jauh dari letak sumber tersebut.
"Sumber airnya ini nan jadi masalah ya semacam kemarin saya dari Sumsel ada kebakaran di pinggir tol dengan Pak Dirjen kemarin. Kemarin ini di pinggir tol lantaran kita apa namanya sumber air hanya ada satu sementara kebakarannya sudah apa ya sudah menjauh ke mana tapi sumber air hanya ada satu," tuturnya.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·