Pemerintah Sepakati Percepatan Pemulihan Akses Terdampak Bencana di Bener Meriah

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
Kasatgas PRR Tito Karnavian saat hadiri Rakor Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pemulihan Pascabencana Hidrometeorologi nan berjalan di Aula Pendopo Bupati Bener Meriah, Aceh, Selasa (7/7/2026). Foto: Dok. Satgas PRR

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menjelaskan, pemerintah berbareng masyarakat telah menyepakati sejumlah upaya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi prasarana terdampak musibah hidrometeorologi di Kabupaten Bener Meriah. Kesepakatan tersebut dihasilkan usai Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pemulihan Pascabencana Hidrometeorologi nan berjalan di Aula Pendopo Bupati Bener Meriah, Aceh, Selasa (7/7/2026).

Tito menjelaskan, rapat tersebut dihadiri beragam unsur pemerintah pusat dan daerah, abdi negara TNI-Polri, Kejaksaan, serta tokoh masyarakat. Dalam pertemuan itu, seluruh pihak mendengarkan aspirasi masyarakat dan menyepakati langkah-langkah penanganan nan menjadi prioritas.

“Kami sudah berembuk mendengarkan aspirasi dan intinya sudah ada kesepakatan,” jelasnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan, pemerintah mengapresiasi inisiatif masyarakat nan berupaya memperbaiki akses jalan secara swadaya. Namun, berasas hasil pembahasan bersama, kondisi Jembatan Enang-Enang tetap dinilai belum cukup aman, khususnya bagi kendaraan berat. Karena itu, pemerintah bakal memperkuat jembatan tersebut agar strukturnya lebih optimal.

“Khusus untuk Jembatan Enang-Enang ini, ini mempunyai nilai riwayat panjang, sehingga tetap bakal difungsikan, tapi kelak Balai PU (Pekerjaan Umum) bakal memperkuat [strukturnya],” ujarnya.

Selama proses perbaikan jembatan berlangsung, Tito menjelaskan, pemerintah bakal menyiapkan jalan pengganti melalui Werlah. Jalan tersebut bakal lebih dulu diperbaiki, mulai dari pelebaran jalan hingga peningkatan kualitas permukaannya.

Selain itu, pemerintah berbareng masyarakat juga menyepakati pembangunan jembatan permanen nan direncanakan menjadi salah satu ikon area Gayo. Menurut Tito, pembangunan jembatan tersebut mendapat support dari masyarakat. “Dan itu bakal menjadi kebanggaan di Tanah Gayo,” jelasnya.

Sebagai informasi, dalam kesempatan itu turut diserahkan support kendaraan tangki air Satgas PRR untuk Kabupaten Bener Meriah.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan