Pekerja menata karung berisi aspal curah di dalam kapal muatan di Pelabuhan Nusantara, Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (24/6/2026). Kementerian Ketenagakerjaan melalui kajian Outlook Ketenagakerjaan 2026 mencatat sebanyak 58 persen tenaga kerja Indonesia( ANTARA FOTO/Andry Denisah/YU)
KEMENTERIAN Ketenagakerjaan (Kemenaker) mengatakan pemerintah berencana membuka 3,49 juta lapangan kerja pada 2027. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyebut pentingnya mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) sesuai kebutuhan industri, di antaranya melalui program magang nasional dan vokasi.
"Ada pemagangan, ada vokasi, gimana kita terus berupaya mendekatkan industri, dengan training pemagangan," ujar Yassierli di kompleks DPR RI Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (2/9).
Pihaknya telah menjalin kerja sama dengan kementerian lain seperti Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk menyiapkan SDM nan siap masuk ke bumi kerja.
"Kita ada MoU dengan Disdakmen, Kemendikti Saintek dalam penyiapan tenaga kerja," kata Yassierli.
Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan (Barenbang) Kementerian Ketenagakerjaan Anwar Sanusi menambahkan banyaknya lowongan kerja nan tetap didominasi pasar informal.
Pemerintah, ujar dia, mau menyasar sektor-sektor prioritas nasional, salah satunya proyek hilirisasi nan dinilai potensial membuka lapangan kerja baru.
Sektor jasa hingga pertanian, kata dia, mempunyai prospek pertumbuhan nan sangat kuat.
Yassierli juga menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam mendongkrak sektor pertanian sebagai penyangga ketenagakerjaan nasional.
"Sebetulnya ada juga sektor nan ada tumbuh bagus, namun minat terlalu rendah, adalah sektor pertanian. Menurut saya dengan adanya program nasional, seperti program MBG, ini memberikan stimulan gimana sektor pertanian," kata dia. (H-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·