Kejar sasaran nol miskin ekstrem, pemerintah petakan 88 kabupaten/kota.
, JAKARTA, – Pemerintah Indonesia menargetkan penghapusan kemiskinan ekstrem di 88 kabupaten/kota pada tahun 2026. Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar dalam rapat tingkat menteri di Jakarta, Senin (11/5).
Pemerintah bakal mengimplementasikan beragam program nan difokuskan pada wilayah tersebut untuk mencapai sasaran tersebut. Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa strategi ini tidak hanya mengandalkan support sosial tunai, tetapi juga memperkuat ekosistem pemberdayaan masyarakat.
Warga usia produktif di wilayah prioritas bakal mendapatkan training kerja singkat untuk meningkatkan kesempatan mereka dalam memasuki pasar kerja alias memulai upaya sendiri. "Bantuan sosial adalah alas sementara, tetapi pemberdayaan adalah kata kunci nan kita dorong," kata Muhaimin Iskandar.
Keberhasilan strategi ini sangat berjuntai pada penggunaan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) nan akurat. Meski demikian, Muhaimin mengakui adanya tantangan di lapangan, termasuk gejolak akibat penghapusan penerima support nan tidak berhak.
Oleh lantaran itu, kesiapan prasarana digital di setiap wilayah menjadi krusial untuk memastikan support sosial tepat sasaran. "Kita berambisi Inpres 8 Tahun 2025 menjadi injakan bagi seluruh Program Penurunan Kemiskinan dan Peningkatan Kesejahteraan Rakyat (Pro-Kesra)," tambahnya.
Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·