Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi (kanan) mendampingi Presiden Prabowo Subianto (tengah) meresmikan akomodasi perakitan kendaraan listrik komersial PT VKTR Sakti Industries (VKTS) di Kabupaten Magelang, Kamis (9/4).(Dok Pemprov Jawa Tengah)
GUBERNUR Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendampingi Presiden Prabowo Subianto meresmikan akomodasi perakitan kendaraan listrik komersial PT VKTR Sakti Industries (VKTS) di Kabupaten Magelang, Kamis (9/4).
Peresmian ini menandai penguatan industri kendaraan listrik nasional sekaligus dorongan terhadap transisi daya bersih dan kemandirian energi.
Peresmian itu dihadiri pula oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, beserta jejeran Forkopimda Jawa Tengah.
Prabowo menilai, langkah perusahaan VKTR sebagai bagian krusial dari industrialisasi nasional, terutama di sektor strategis seperti daya dan transportasi.
Presiden juga secara unik memuji Pemerintah wilayah di Jawa Tengah nan disebut telah memesan puluhan bus listrik. Ia berambisi langkah serupa diikuti pemerintah wilayah lain dengan membeli produk dalam negeri.
“Saya terima kasih kepada Gubernur Jawa Tengah. Katanya Pemerintah Daerah di Jawa Tengah sudah pesan beberapa puluh bus. Kita harapkan dari pemerintah wilayah lain juga bakal bersikap dan membeli produk bangsa kita sendiri, produk Tanah Air,” kata Presiden.
Komisaris Utama PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk Anindya Bakrie mengatakan, perusahaan di Magelang ini mempunyai kapabilitas produksi 3.000 unit bus dan truk listrik per tahun, dengan potensi ekspansi hingga 10.000 unit per tahun. Menurut dia, kapabilitas itu menjadi langkah awal untuk masuk ke pasar kendaraan komersial nasional nan besar, dengan populasi bus sekitar 280 ribu unit dan truk mencapai 6,5 juta unit.
Anindya menilai elektrifikasi kendaraan komersial bakal memberi akibat ekonomi signifikan.
“Kalau seluruh bus dan truk itu terelektrifikasi menjadi kendaraan listrik, ini bisa menghemat buat Indonesia sekitar 5 miliar dolar AS per tahun dari subsidi BBM,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengembangan bus dan truk listrik bukan hanya soal upaya perusahaan, melainkan bagian dari kebangkitan industri otomotif lokal berbasis listrik.
Perusahaan VKTR, kata dia, juga terus meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri, dengan capaian Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) 40 persen pada 2025 dan sasaran mendekati 60% tahun ini.
Keberadaan akomodasi perakitan di Magelang juga diharapkan memperkuat ekosistem kendaraan listrik di Jawa Tengah. Selain membuka kesempatan bagi industri komponen lokal, akomodasi ini dinilai berpotensi menjadi anchor industry (industri jangkar) nan mendorong tumbuhnya industri pendukung serta investasi baru di sektor manufaktur kendaraan listrik.
Pemprov Jawa Tengah sendiri telah menyiapkan beragam support untuk program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai, antara lain penyediaan 283 unit SPKLU di 179 letak di Jawa Tengah dan DIY, insentif PKB dan BBNKB, izin penggunaan kendaraan listrik, serta penyiapan tenaga terampil melalui politeknik, sekolah vokasi, dan SMK. (RO/E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·