Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan anggaran Rp5,15 triliun untuk Direktorat Jenderal Perhubungan Darat pada 2027. Anggaran tersebut bakal digunakan untuk sejumlah program transportasi darat, mulai dari pembangunan sistem pikulan umum massal di Medan dan Bandung, hingga pengadaan 100 unit bus sekolah.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Aan Suhanan mengatakan, pagu anggaran 2027 tersebut telah mendapatkan tambahan Rp843,07 miliar dari pagu sugestif sebelumnya.
"Pada tahap pagu anggaran ini, Ditjen Perhubungan Darat mendapatkan komposisi pagu anggaran tahun 2027 sebesar Rp5,15 triliun. Ini mendekati anggaran di tahun 2025," kata Aan dalam rapat dengar pendapat (RDP) berbareng Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (3/9/2026).
Dari total pagu tersebut, Rp3,86 triliun dialokasikan untuk program prasarana konektivitas, sementara Rp1,28 triliun untuk program support manajemen.
Salah satu alokasi terbesar berada pada aktivitas pelayanan transportasi darat, ialah sebesar Rp1,76 triliun. Di dalamnya terdapat pembangunan sistem pikulan umum massal di dua kota, Medan dan Bandung, dengan anggaran Rp1,55 triliun.
"Pelayanan transportasi darat ada sebesar Rp1,76 triliun dengan aktivitas salah satunya, pembangunan sistem pikulan umum massal, ini ada di dua kota, di kota Medan dan Bandung, nan sumber dananya dari pinjaman luar negeri sebanyak Rp1,55 triliun," ujarnya.
Selain pembangunan transportasi massal, Kemenhub juga mengalokasikan anggaran untuk memperluas jasa transportasi nan menyentuh masyarakat di beragam wilayah.
Siapkan 100 Bus Sekolah
Salah satu program nan mendapat tambahan anggaran adalah pengadaan bus sekolah. Dalam pagu indikatif, pengadaan direncanakan sebanyak 50 unit. Setelah memperoleh tambahan anggaran, jumlahnya menjadi 100 unit bus sekolah.
Aan mengatakan, tambahan anggaran untuk pengadaan bus sekolah mencapai Rp44,7 miliar.
"Penambahan anggaran dari pergeseran anggaran antar eselon 1 sebesar Rp254,66 miliar nan bakal digunakan untuk penambahan anggaran perlengkapan jalan sebesar Rp154,18 miliar, penambahan anggaran pengadaan bus sekolah sebesar Rp44,7 miliar, dan pembayaran penghasilan P3K paruh waktu dan tenaga outsourcing serta jasa perkantoran sebesar Rp55,77 miliar," beber dia.
Dalam rincian kegiatan, pengadaan 100 unit bus sekolah mendapatkan pagu anggaran sekitar Rp78,65 miliar.
605 Layanan Angkutan Perintis
Kemenhub juga menyiapkan anggaran untuk memastikan jasa transportasi di wilayah nan belum terlayani secara optimal tetap berjalan. Untuk jasa pikulan jalan perintis, pikulan area strategis nasional, pikulan peralatan perintis, hingga pikulan penyeberangan perintis, pemerintah menyiapkan Rp684,12 miliar untuk 605 jasa nan masuk dalam program prioritas nasional.
Rinciannya terdiri dari 311 trayek pikulan jalan perintis, 245 lintasan pikulan penyeberangan perintis, 12 trayek pikulan peralatan perintis, serta 37 trayek pikulan area strategis nasional.
"Layanan pikulan jalan perintis, pikulan area strategis nasional, pikulan peralatan perintis, pikulan perkotaan Buy The Service, dan pikulan penyeberangan perintis nan telah terpenuhi untuk pelayanan selama satu tahun," ucap Aan.
Untuk keseluruhan prasarana konektivitas transportasi darat, Ditjen Perhubungan Darat mengalokasikan Rp970,3 miliar.
Selain jasa perintis dan bus sekolah, biaya tersebut digunakan untuk penyelesaian pembangunan Terminal Tipe A Palopo, Sulawesi Selatan, serta pembangunan lanjutan pelabuhan penyeberangan di Bakit dan Belinyu, Bangka Belitung, serta Pulau Burung, Riau.
Buy The Service di 6 Kota
Kemenhub juga mempertahankan jasa pikulan perkotaan melalui skema Buy The Service (BTS). Pada 2027, jasa tersebut disiapkan di enam kota, ialah Balikpapan, Manado, Bekasi, Depok, Pontianak, dan Samarinda.
Anggaran untuk enam jasa pikulan perkotaan tersebut mencapai sekitar Rp100,58 miliar. Selain itu, pemerintah menyiapkan anggaran Rp876,96 miliar untuk aktivitas keselamatan dan keamanan transportasi darat.
Anggaran tersebut antara lain digunakan untuk pengadaan dan pemasangan perlengkapan jalan, pemeliharaan perlengkapan jalan, penanganan letak rawan kecelakaan, area selamat sekolah, penanganan over dimension over load (ODOL), hingga penyelenggaraan ramp check kendaraan pikulan peralatan dan penumpang.
Sementara itu, Kemenhub juga mengalokasikan Rp9,32 miliar untuk rehabilitasi terminal nan terdampak musibah di tiga letak di Aceh. Sedangkan anggaran lainnya, digunakan untuk jasa pikulan Lebaran, Natal dan Tahun Baru serta operasional terminal dan pelabuhan.
Aan mengatakan, tambahan Rp843,07 miliar nan diterima Ditjen Perhubungan Darat berasal dari dua sumber. Sebanyak Rp588,4 miliar berasal dari penambahan sesuai Surat Bersama Pagu Anggaran Kementerian Keuangan dan Bappenas, sedangkan Rp254,66 miliar berasal dari pergeseran anggaran antar-eselon I.
"Ini untuk pemenuhan jasa keperintisan pikulan penyeberangan, pikulan jalan, pikulan barang, pikulan area strategis nasional, dan pikulan perkotaan alias Buy The Service selama satu tahun," jelasnya.
Dengan alokasi tersebut, Aan berambisi program nan disiapkan dapat meningkatkan keselamatan sekaligus memenuhi kebutuhan jasa transportasi darat masyarakat pada 2027.
"Kami berambisi pagu anggaran 2027 nan telah disusun bisa memenuhi kebutuhan masyarakat guna peningkatan keselamatan serta pemenuhan jasa transportasi darat," pungkas dia.
(wur)
[Gambas:Video CNBC]
23 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·