Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan pemerintah bakal tetap mempertahankan pembimbing Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) nan kandas lulus tes menjadi penuh waktu.
Pemerintah sekarang tengah membuka seleksi bagi sekitar 172 ribu pembimbing PPPK paruh waktu untuk menjadi penuh waktu.
"Kalau nggak lulus, ya tetap mereka statusnya dipertahankan. Enggak dipecat alias dirumahkan, tidak ya. Tapi tetap dibiayai oleh Kemendikdasmen dari biaya BOS sekolah," ujar Tito usai rapat terbatas dengan ketua DPR di kompleks parlemen, Kamis (17/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, mereka nan tak lulus tahun ini bisa mengikuti tes pada tahun selanjutnya. Prinsipnya, kata Tito, pemerintah bakal memberikan kepastian kepada guru-guru nan saat ini tetap berstatus PPPK, baik paruh waktu maupun penuh waktu.
"Intinya memberikan ketenangan kepada ASN nan paruh waktu maupun nan penuh waktu ya, terutama guru," katanya.
Sementara, bagi PPPK di sektor lain, seperti Damkar dan Satpol PP, Tito menyebut pemerintah tetap dalam pengkajian. Menurut Tito, pihaknya bakal mengkaji perihal itu mulai pekan depan.
"Nah, untuk masalah lintas pekerjaan ada lagi, seperti Satpol PP, Damkar, ini kelak bakal sedang dikaji untuk dirapatkan lagi mungkin minggu depan. Saya kira itu," katanya.
Tito juga memastikan APBN bakal menanggung seluruh pembiayaan PPPK. Hal itu juga telah dipastikan Kementerian Keuangan nan ikut dalam rapat.
"Tadi ada Kementerian Keuangan, Wakil Menteri Keuangan tadi datang juga, dan Kemendikdasmen juga ada tadi. nan intinya adalah pembiayaannya dari APBN," katanya.
(thr/knf/dal)
5 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·