Ilustrasi(Dok Istimewa)
KEMENTERIAN Komunikasi dan Digital (Komdigi) melalui Direktorat Jenderal Ekosistem Digital (DJED) resmi memperluas jejaring Garuda Spark Innovation Hub (GSIH) dengan meluncurkan 10 Hub secara serentak pada Rabu (26/8/2026). Langkah ini menghubungkan Jakarta, Batam, Medan, Bandung, Malang, Makassar, Papua, Yogyakarta, Aceh, dan Surabaya dalam satu jejaring nasional. Perluasan tersebut dirancang untuk mendekatkan akses teknologi, investasi, dan pasar bagi startup, talenta digital, serta UMKM di beragam daerah.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa pemerataan akses menjadi landasan utama dari ekspansi ini.
“Pertumbuhan ekonomi digital Indonesia sangat menjanjikan, tetapi pemerataannya tetap perlu diperkuat. Karena itu, Garuda Spark bakal terus diperluas hingga mencapai 20 Hub pada 2029 dan 500 Spoke di beragam kabupaten dan kota. Targetnya bukan sekadar menambah jumlah titik, tetapi memastikan semakin banyak wilayah mempunyai akses terhadap ekosistem digital dan kesempatan untuk tumbuh,” ujar Meutya melalui keterangannya, Jumat (28/8/2026).
Sejak mulai dikembangkan pada 2025 melalui hub awal di Jakarta, Bandung, dan Medan, GSIH telah menorehkan pencapaian nan signifikan. Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi, Edwin Hidayat Abdullah, mencatat bahwa program ini telah menjangkau lebih dari 15.700 talenta digital dan sukses membina 80 startup.
“Startup di dalam ekosistem ini juga telah menarik investasi langsung senilai Rp429,5 miliar. Investasi bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Namun, nomor tersebut menunjukkan adanya kepercayaan terhadap kualitas inovator dan ekosistem nan kita bangun bersama,” tuturnya.
Dalam operasionalnya, setiap Hub dirancang secara adaptif sesuai dengan karakter lokal. Misalnya, Hub Medan mengusung program “Bikin Paten Bisnis Medan!” untuk mempertemukan startup dengan UMKM. Di wilayah timur, Hub Papua difokuskan pada peningkatan kapabilitas kepintaran buatan (AI) serta pencarian talenta unggul daerah.
Selain mengandalkan inisiatif pemerintah, ekspansi jaringan ini diperkuat melalui peresmian GSIH BSD City dengan skema Private Owned, Government Operated (POGO) berbareng Sinar Mas Land. Managing Director Sinar Mas, Ferry Salman, menyambut positif kerjasama tersebut.
“Kami optimistis inisiatif Garuda Spark Innovation Hub dalam membangun industri digital di Indonesia bakal semakin berdaya. Dengan begitu, bakal datang semakin banyak inovator digital guna bersinergi, mempertemukan mereka dengan mitra global, serta turut meningkatkan kelas upaya mikro, mini dan menengah,” ungkap Ferry.
Dukungan lintas sektor juga mengalir dari mitra dunia untuk mempercepat transisi penemuan lokal ke pasar internasional. Presiden Direktur Ericsson Indonesia, Nora Wahby, menyoroti pentingnya ekosistem nan saling terhubung ini.
“Kolaborasi ini bakal menjadi kunci untuk menghubungkan potensi lokal dengan teknologi, keahlian, dan pasar nan lebih luas. Melalui sinergi ini, kami berambisi semakin banyak penemuan dari wilayah dapat berkembang menjadi solusi nan memberikan akibat nyata, sekaligus memperkuat daya saing digital Indonesia di tingkat global,” pungkas Nora. (H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·