Rohman Wibowo
, Jurnalis-Kamis, 22 Oktober 2026 |17:40 WIB

Pembukaan Rekening Gratis Rp50.000 untuk 25 Juta Warga RI, Bisa Cairkan Bansos (Foto: Freepik)
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menekankan bahwa alokasi anggaran Rp1,28 triliun untuk program satu orang satu rekening tidak sekadar ditujukan memacu inklusi finansial, melainkan dipersiapkan sebagai sarana utama penyaluran support pemerintah serta penggerak aktivitas produktif.
Penegasan mengenai arah kebijakan alokasi anggaran tersebut disampaikan Airlangga di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam forum Rapat Koordinasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).
Kebijakan kepemilikan rekening perorangan tersebut dirancang menyasar jutaan masyarakat berpenghasilan rendah melalui skema pemberian saldo awal perbankan. Airlangga memaparkan bahwa akomodasi rekening ini menjadi alas krusial agar pengedaran support langsung tunai maupun aktivitas permodalan masyarakat melangkah efektif dan tepat sasaran.
"Setoran awal disiapkan Rp50.000 dan anggarannya Rp1,28 triliun untuk sekitar 25 juta penduduk desil 1-4 di usia di atas 17 tahun. Ini kami sorong untuk efektivitas penyaluran support dan aktivitas produktif, jadi bukan hanya soal pembukaan rekening," kata Airlangga di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Basis info penerima program dipersiapkan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan Bank Syariah Indonesia dengan merujuk pada pencocokan info sensus Badan Pusat Statistik (BPS) serta Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Melalui intervensi kepemilikan rekening tersebut, pemerintah memproyeksikan tingkat inklusi finansial nasional terkerek naik dari 93 persen hingga mendekati 99 persen.
Infrastruktur rekening terpadu ini disinkronisasikan langsung dengan pengedaran paket stimulus ekonomi tahun melangkah guna mempercepat perlindungan sosial. Penyaluran support berbasis rekening perbankan tersebut dijadwalkan mulai bertindak efektif pada kuartal keempat untuk menjangkau puluhan juta family dan pekerja.
"Stimulus tahun ini mencapai Rp31 triliun, mencakup support beras Rp17,55 triliun untuk 33.244.408 family serta subsidi bayaran Rp300.000 per bulan bagi 13,3 juta pekerja nan bergaji Rp3,5 juta dengan menggunakan rekening nan sama. Sementara bagi pekerja bergaji hingga Rp10 juta, PPh ditanggung pemerintah demi menjaga kesejahteraan masyarakat," jelas Airlangga.
5 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·