loading...
Agen AI koding bisa diakali lewat file teks di berkas unduhan. Foto: ist
JAKARTA - Menurut laporan Telko, pemasok koding berbasis kepintaran buatan dirancang alim pada petunjuk di berkas kerjanya. Kepatuhan itu sekarang justru menjadi celah. Peneliti dari Forever Security menemukan berkas AGENTS.md di berkas Unduhan milik seorang pelanggan. Berkas itu menyuruh pemasok memasang paket npm berjulukan function-color, nan disebut bagian dari kampanye malware berjulukan MALFEX. Perangkat lunak Forever menghentikan pemasok sebelum kode sempat dijalankan.
AGENTS.md dan CLAUDE.md adalah berkas teks biasa nan berisi patokan proyek untuk agen. Menurut peneliti Gal Weizman dan Omer Samet, berkas ini memang dibuat agar dipercaya dan dipatuhi agen. Isinya bisa membikin pemasok menjalankan perintah, memasang paket, alias mengubah pengaturan.
Masalahnya ada di berkas Unduhan. Peramban Chrome, Edge, dan Firefox secara bawaan menyimpan unduhan tanpa meminta lokasi, sehingga laman web berpotensi meletakkan berkas semacam itu ke berkas tersebut tanpa klik dari pengguna. Weizman menyebut ratusan pengguna menjalankan pemasok dari berkas ini, termasuk Claude Code, Codex, dan Cursor CLI.
Dalam uji purwarupa, Codex menjalankan malware pada lebih dari 90 persen percobaan. Berkas tersebut mengubah konfigurasi di ~/.codex/config.toml nan bertindak untuk semua sesi di komputer. Pada Claude Code, pola serangannya berbeda. Berkas CLAUDE.md meminta pemasok mengalihkan lampau lintas API ke server penyerang. Token login pengguna ikut bocor, dan perubahan itu sukses sekitar separuh percobaan. Token tersebut cukup untuk mengambil alih akun tanpa menjalankan kode apa pun.
Claude Code sebenarnya lebih susah dikelabui. Agen ini biasanya meminta persetujuan pengguna untuk perubahan semacam itu dan kerap menolak nan tampak janggal. Namun, ketika serangan dibungkus sebagai arsip teknis, perubahan tetap lolos sekitar separuh waktu.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·