
Pembicaraan Iran dan AS di Islambad kandas mencapai kesepakatan. (Foto: X)
ISLAMABAD – Negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat (AS) di Islamabad, Pakistan, nan ditujukan untuk mengakhiri perang di Timur Tengah berhujung tanpa kesepakatan. Sebelum pembicaraan dimulai pada Jumat (11/4/2026), sudah ada pesimisme mengenai hasil nan mungkin dicapai, dan sekarang perihal itu menjadi kenyataan.
-
Pembicaraan Tingkat Tertinggi Iran dan AS
Negosiasi tenteram pada Jumat merupakan pembicaraan tingkat tertinggi antara pejabat Iran dan AS dalam beberapa dekade. AS dan Iran tidak mempunyai hubungan diplomatik sejak 1980, menyusul Revolusi Islam Iran pada November 1979 nan menggulingkan pemerintahan Shah nan didukung AS.
Selama revolusi tersebut, mahasiswa Iran menyerang kedutaan besar AS di Teheran, memicu krisis penyanderaan selama 444 hari, nan baru berhujung pada Januari 1981. Sejak itu, pejabat tertinggi AS dan Iran tidak lagi melakukan pertemuan langsung, dan komunikasi sebagian besar melangkah melalui negara perantara alias via telepon. Presiden Iran Hassan Rouhani mencatat sejarah saat melakukan panggilan telepon dengan Presiden AS Barack Obama pada 2013, nan berujung pada negosiasi program nuklir 2015 (JCPOA).
-
Pembicaraan 21 Jam
Pembicaraan di Islamabad dimulai pada Jumat, 11 April 2026, dan berjalan selama 21 jam hingga berhujung pada Sabtu, 12 April 2026. Delegasi Iran diwakili Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, sementara pihak AS dipimpin Wakil Presiden JD Vance berbareng Utusan Khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner.
Kedua belah pihak membahas sejumlah isu, termasuk status Selat Hormuz, pengayaan uranium Iran, kompensasi kerusakan perang, hingga penghentian bentrok di beragam front. Namun, pada akhirnya tidak ada kesepakatan nan tercapai.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·