Pemberantasan Korupsi Pengaruhi Kepuasan Publik ke Prabowo, Ini Kata Pakar Hukum

Sedang Trending 5 bulan yang lalu

Arief Setyadi , Jurnalis-Senin, 09 Februari 2026 |10:29 WIB

Pemberantasan Korupsi Pengaruhi Kepuasan Publik ke Prabowo, Ini Kata Pakar Hukum

Presiden Prabowo Subianto (Foto: Dok BInti M)

JAKARTA — Tingkat kepuasan publik terhadap keahlian Presiden Prabowo Subianto mencapai 79,9 persen. Salah satu aspek utamanya ialah lantaran kesungguhan pemerintah dalam pemberantasan korupsi.
 
Menurut master norma Universitas Al-Azhar Indonesia, Suparji Ahmad, secara normatif semua lembaga penegak norma mempunyai kewenangan nan sama. Namun, menurutnya, Kejaksaan Agung (Kejagung) saat ini tampil sebagai lembaga penegak norma nan paling aktif, progresif, dan produktif dalam upaya pemberantasan korupsi. 

“Menindak korupsi itu, sekarang, seperti memancing di kolam ikan. Pasti ikannya itu ada. Mencari koruptor itu mudah sekali lantaran korupsi ada di mana-mana. Namun saat ini, nan paling produktif adalah kejaksaan,” ujarnya dalam rilis survei Indikator Politik berjudul “Persepsi Publik terhadap Kinerja Presiden dan Kepercayaan Warga terhadap Lembaga-Lembaga Negara”, Minggu (8/2/2026).

Suparji menilai persepsi publik nan menempatkan Kejaksaan pada posisi lebih menonjol dibandingkan lembaga penegak norma lainnya sebagai akibat dari keahlian konkret di lapangan nan konsisten membongkar kasus kakap. Menurutnya, meskipun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kepolisian mempunyai kewenangan nan kuat dalam penanganan perkara korupsi.

“KPK mempunyai konsentrasi khusus, Kepolisian juga punya kewenangan besar apalagi sebagai interogator utama. Namun, saat ini semuanya kembali pada kemauan dan progresivitas lembaga tersebut. Kejaksaan telah menunjukkan keahlian nan melampaui ekspektasi,” ujarnya.

Suparji menjelaskan, secara yuridis, posisi strategis Kejaksaan diperkuat oleh asas dominus litis, nan menempatkan jaksa sebagai pengendali perkara. Melalui kewenangan atributif dalam Undang-Undang Kejaksaan, lembaga ini dapat menjalankan kegunaan mulai dari investigasi perkara tertentu, penuntutan, hingga eksekusi putusan pidana serta pemulihan aset negara.

Suparji menegaskan capaian tersebut tidak semata-mata bertumpu pada kewenangan hukum. Ia menilai keberhasilan Kejaksaan juga ditopang transformasi internal nan signifikan dalam tubuh Korps Adhyaksa.

“Keberhasilan ini bukan sekadar keberanian, komitmen, dan kemauan. Kejaksaan secara sadar melakukan perbaikan diri. Banyak jaksa nan terus meningkatkan kapabilitas intelektualnya hingga bergelar ahli dan profesor. Hal inilah nan membikin penegakan norma mereka lebih tajam dan berkualitas,” pungkasnya.

(Arief Setyadi )

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari

Follow

Berita Terkait

Telusuri buletin news lainnya

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com