Pembelaan dan Kekecewaan Nadiem Makarim

Sedang Trending 1 hari yang lalu

Selain membantah adanya persekongkolan, Nadiem juga menolak tuduhan bentrok kepentingan mengenai investasi Google di Gojek. Menurutnya, investasi tersebut tidak mempunyai hubungan dengan pengadaan Chromebook.

"Inilah kebenaran krusial nan diburamkan dalam dakwaan. nan menerima untung dari pengadaan ini adalah vendor laptop, bukan Google," ujar Nadiem.

Ia menegaskan, Google tidak pernah menerima anggaran kementerian dan Chromebook bukanlah merek laptop, melainkan perangkat nan menggunakan sistem operasi Chrome OS.

Dalam pembelaannya, Nadiem juga menyoroti narasi jaksa nan menyebut kasusnya sebagai white collar crime alias kejahatan kerah putih.

"Karena tidak ada bukti konkrit untung pribadi, saya sangat sedih dengan narasi baru nan disebarkan. 'White Collar Crime', alias penjahat kerah putih. Saya dituduh terlalu pandai untuk korupsi nan terlihat di permukaan,” kata Nadiem.

“Begitu hebatnya penyamaran korupsi saya, sampai saya, maupun Jaksa, tidak mengerti modus tersebut,” lanjutnya.

Menurut Nadiem, pengadaan Chromebook justru memberikan penghematan besar bagi negara.

"Majelis Hakim nan terhormat, kebijakan kementerian untuk memilih Chrome OS nan cuma-cuma secara absolut telah menghemat pengeluaran negara. Setidak-tidaknya Rp 3,9 triliun,” katanya.

Ia menilai nomor tersebut lebih besar dibanding dugaan kerugian negara Rp 2,1 triliun nan didakwakan jaksa.

Nadiem juga mempertanyakan tuntutan duit pengganti sebesar Rp 5,6 triliun nan kudu dibayarnya.

“Inilah nan susah saya pahami, nan Mulia, tuntutan duit pengganti nan kudu saya bayar adalah tiga kali lipat dari kerugian negara nan dihitung oleh BPKP. Dan sepuluh kali lipat dari nilai kekayaan saya di akhir masa jabatan,” ungkapnya.

Menurut dia, tidak ada bukti aliran biaya negara nan masuk ke rekening pribadinya maupun ke GoTo.

“Pemahaman saya, duit pengganti itu kudu dibuktikan aliran biaya nyata nan langsung berasal dari duit negara. Sudah dibuktikan tidak ada sepeser-pun duit negara masuk ke kantong saya maupun ke GoTo,” jelasnya.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita