Pemasangan pagar di mal kota Kasanblanka, Jakarta Selatan(Sosial media X)
MENTERI Perdagangan (Mendag) Budi Santoso angkat bicara soal rumor pagar dipasang di mal nan terjadi di Jakarta dan Surabaya. Mendag mengatakan pemasangan pagar di mal tak berangkaian dengan masalah keamanan.
Ia mengatakan telah berkoordinasi dengan pengusaha soal masalah pemasangan pagar di pusat perbelanjaan.
"Enggak ada masalah (keamanan). Kita dari koordinasi dengan Apindo, dengan APPBI enggak ada masalah kok," kata Budi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta Pusat, Jumat (37/7/2026).
Mengenai argumen pemasangan pagar tinggi di mal, dia mengungkapkan tidak tahu. Tetapi, dia menampik pemasangan pagar di mal dikaitkan dengan masalah keamanan dan potensi adanya tindakan pada Agustus 2026 seperti wacana nan beredar di media sosial.
"Saya enggak tahu persis ya tapi kemarin koordinasi dengan kayak APPBI ya, Asosiasi Pusat Perbelanjaan Indonesia, enggak ada rumor apa-apa," ucap dia.
Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja mengatakan pagar dipasang di sejumlah mal untuk penertiban visitor nan mengakses mal. Pagar, dipasang agar visitor tertib untuk masuk dan keluar dari akses tertentu.
"Supaya lebih menertibkan arus keluar masuk pengunjung. Kalau terbuka itu kan visitor bisa masuk dari mana saja, membahayakan lampau lintas," terang dia.
Pemasangan pagar di mal menurutnya perihal nan biasa. Sebab, ada mal nan sejak awal pembangunannya sudah memasang pagar.
Pagar, kata dia, dipasang di mal nan berada di pusat kota nan dilintasi alias menjadi titik demonstrasi.
"Sekalian untuk bisa memberikan satu, apa ya, pemisah pengamanan terhadap demonstrasi-demonstrasi nan suka berlangsung," terang dia. (H-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·