Latihan ini juga mencakup langkah pemerintah nan sengaja membatasi akses internet seluler untuk menyimulasikan situasi nan mungkin terjadi.
Sebuah kendaraan lapis baja Clouded Leopard milik militer Taiwan berperan-serta dalam latihan selama latihan militer tahunan Han Kuang di Taipei, Taiwan, Kamis (13/8/2026). Sirene serangan udara meraung dan jalan-jalan menjadi lengang selama latihan serangan udara tahunan. (REUTERS/Ann Wang)
Latihan ini juga mencakup langkah pemerintah nan sengaja membatasi akses internet seluler untuk menyimulasikan situasi nan mungkin terjadi jika terjadi serangan dari China. (REUTERS/Ann Wang)
Taiwan, nan dianggap China sebagai wilayahnya sendiri, sedang mendekati akhir dari latihan perang tahunan "Han Kuang" nan berjalan selama 10 hari. Dalam latihan ini, militer berlatih menghadapi invasi Tiongkok dan pemerintah juga menggelar latihan pertahanan sipil. (REUTERS/Ann Wang)
Selama latihan nan berjalan 30 menit itu, kecepatan internet seluler melambat secara drastis, meskipun jasa internet kabel (*fixed-line*) dan Wi-Fi tidak terdampak. Pemerintah telah menginformasikan rencana latihan ini jauh-jauh hari sebelumnya. (REUTERS/Ann Wang)
Polisi mengarahkan penduduk untuk meninggalkan jalanan dan mencari perlindungan di dalam ruangan selama simulasi serangan udara, sementara bus dan mobil menepi ke pinggir jalan. (REUTERS/Ann Wang)
Amy Lin, 33 tahun, mengaku tidak terlalu ambil pusing dengan latihan tersebut lantaran dia sudah mengetahuinya sebelumnya. (REUTERS/Ann Wang)
"Menurut saya, jika perang betul-betul terjadi, mungkin situasinya bakal seperti ini kondisi tanpa akses internet sama sekali," ujarnya saat berbincang di sebuah pusat perbelanjaan bawah tanah di Taipei. (REUTERS/Ann Wang)
44 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·