Pemadatan Diduga Tak Maksimal, Jalan di Jaktim Kerap Amblas

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Permasalahan jalan amblas di wilayah Jakarta Timur kerap terjadi. Pasalnya kerusakan jalan ini terjadi berulang di beberapa ruas jalan nan diduga disebabkan oleh perbaikan jalan kurang maksimal, seperti pada jejak galian utilitas. 

"Diduga saat proses perbaikan tidak menggunakan perangkat berat nan memadai hingga hasil pemadatan dan pengaspalan kurang optimal," ujar Yogi Metropeni, Ketua Subkelompok Bidang Pekerjaan Umum Bagian Pembangunan dan Lingkungan Hidup (PLH) Jakarta Timur  di Jakarta, Senin 8 Juni 2026, dilansir Antara. 

Dia menjelaskan, temuan tersebut terungkap setelah Pemerintah Kota Jakarta Timur (Pemkot Jaktim) melakukan monitoring terhadap sejumlah titik jalan nan sebelumnya mengalami kerusakan dan berpotensi amblas di wilayah Kecamatan Makasar dan Jatinegara.

Yogi menyebut pihaknya tetap melakukan pengawasan terhadap empat letak nan sempat mengalami kerusakan meskipun seluruhnya telah diperbaiki.

Empat letak tersebut berada di Jalan Raya Pondok Gede, Kelurahan Lubang Buaya, dua titik di Jalan Raya TMII Pintu 1, Kelurahan Pinang Ranti, dan Jalan Raya Bekasi Timur, Kelurahan Jatinegara Kaum.

Hasil Pemantauan nan Dilakukan

Menurut Yogi, hasil pemantauan menunjukkan adanya indikasi kualitas pemadatan saat proses perbaikan sebelumnya belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan teknis di lapangan.

"Kondisi itu kemudian menyebabkan permukaan jalan kembali turun setelah menerima beban kendaraan berat nan melintas setiap hari,"' ucap dia.

Yogi mengatakan, kondisi jalan nan tetap bergelombang di beberapa letak menjadi parameter struktur timbunan di bawah permukaan jalan belum sepenuhnya stabil.

Salah satu contohnya dapat ditemukan di area simpang Jalan Raya Bekasi Timur dan Jalan Jatinegara Kaum nan telah beberapa kali mendapatkan penambalan.

"Meski demikian, permukaan jalan di letak tersebut tetap menunjukkan gelombang nan menandakan adanya pergeseran alias penurunan lapisan tanah di bawahnya," papar Yogi.

Kasus nan Menonjol di Pondok Gede

Sementara itu, Kepala Satuan Pelaksana Bina Marga Kecamatan Makasar Dodi Julianto mengungkapkan salah satu kasus nan paling menonjol terjadi di Jalan Raya Pondok Gede, tepatnya di depan Mess Kartika Patria Denma Mabesad.

Titik tersebut tercatat telah diperbaiki sebanyak tiga kali lantaran kembali mengalami penurunan setelah pekerjaan sebelumnya selesai dilakukan. Perbaikan terakhir dilaksanakan pada 2 Juni 2026 dengan menggunakan material aspal hotmix dan cold mix.

"Hasil pertimbangan sementara menunjukkan kerusakan kemungkinan berasal dari jejak galian pipa nan tidak dipadatkan secara sempurna ketika dilakukan penutupan kembali," ucap Dodi.

Dia melanjutkan, seiring waktu dan tingginya intensitas kendaraan nan melintas, lapisan tanah di bawah aspal mengalami penurunan hingga menyebabkan jalan ambles.

Kerusakan di Lokasi Jalan

Kerusakan di letak tersebut sempat mencapai kedalaman sekitar 50 sentimeter dengan ukuran sekitar 3 meter x 1,5 meter sehingga berpotensi membahayakan pengendara andaikan tidak segera ditangani.

"Sebagai langkah pencegahan, petugas memberikan tanda berupa cat semprot putih di sekitar area nan tetap dipantau agar pengguna jalan dapat meningkatkan kewaspadaan mereka saat melintas," ucap Dodi.

Dodi menekankan penggunaan perangkat berat, seperti finisher atau asphalt paver sangat diperlukan dalam pekerjaan perbaikan jalan, terutama pada titik-titik jejak galian utilitas.

"Alat tersebut bisa menghasilkan permukaan jalan nan lebih rata sekaligus memastikan tingkat kepadatan material sesuai standar teknis," kata dia.

Selain menangani titik jalan amblas, Pemerintah Kota Jakarta Timur juga terus melakukan pemeliharaan prasarana jalan secara menyeluruh. Di wilayah Kecamatan Makasar, tercatat sebanyak 69 titik jalan rusak nan telah diperbaiki dan sekarang dalam kondisi baik.

Termasuk di antaranya dua titik jalan amblas di Jalan Raya TMII Pintu 1 nan telah selesai ditangani pada pekan lalu. Meski demikian, proses pengawasan tetap dilakukan untuk memastikan hasil pekerjaan memperkuat dalam jangka panjang.

Baca buletin terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita