
Pekan ASI Sedunia 2026: Makna, Tema, dan Pentingnya Dukungan Menyusui bagi Ibu dan Bayi (Foto: Freepik)
JAKARTA – Setiap tanggal 1–7 Agustus, bumi memperingati Pekan ASI Sedunia (World Breastfeeding Week/WBW) sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran bakal pentingnya pemberian air susu ibu (ASI) bagi tumbuh kembang anak. Peringatan ini juga menjadi rayuan bagi pemerintah, tenaga kesehatan, keluarga, hingga tempat kerja untuk menciptakan lingkungan nan mendukung ibu menyusui.
Pekan ASI Sedunia pertama kali diinisiasi oleh World Alliance for Breastfeeding Action (WABA) pada 1991 di instansi UNICEF, New York. Sejak saat itu, kampanye tahunan ini menjadi aktivitas dunia nan mendorong pemenuhan kewenangan bayi untuk mendapatkan ASI, termasuk pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama dan dilanjutkan hingga usia dua tahun alias lebih dengan makanan pendamping ASI (MPASI).
Pada 2026, tema nan diusung adalah "Breastfeeding for a Sustainable Start in Life: Strengthen What Works." Tema ini menekankan pentingnya mengevaluasi beragam program nan telah berjalan, memperluas praktik nan terbukti efektif, serta memperkuat Warm Chain of Support, ialah sistem support menyusui nan melibatkan keluarga, tenaga kesehatan, komunitas, tempat kerja, hingga pemerintah.
ASI, Nutrisi Terbaik untuk Bayi
ASI mengandung beragam unsur gizi krusial nan dibutuhkan bayi, seperti DHA, AA, omega-6, protein, vitamin A, unsur besi, laktoferin, lisozim, hingga kolostrum. Seluruh kandungan tersebut tersedia dalam komposisi nan telah disesuaikan secara alami dengan kebutuhan bayi sehingga berkedudukan krusial dalam mendukung pertumbuhan, perkembangan otak, dan pembentukan sistem kekebalan tubuh.
Selain kaya nutrisi, ASI juga lebih higienis lantaran diberikan langsung dari ibu tanpa melalui proses pengolahan maupun penggunaan botol. Menariknya, komposisi ASI bakal berubah secara alami mengikuti usia dan kebutuhan bayi, sehingga manfaatnya terus menyesuaikan setiap tahap perkembangan.
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·