Ilustrasi(magnifik)
HUBUNGAN antara manusia modern (Homo sapiens) dan kerabat manusia purba rupanya meninggalkan jejak dalam DNA manusia masa kini. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa nenek moyang manusia modern pernah mengalami perkawinan silang dengan golongan hominin lain, termasuk Neanderthal dan Denisovan.
Salah satu penelitian nan diterbitkan dalam Scientific Reports pada 2024 mencoba memperkirakan letak terjadinya pertemuan antara manusia modern dan Neanderthal. Dengan menggunakan pemodelan ekologi serta info mengenai kondisi lingkungan pada masa Pleistosen, para peneliti menemukan Pegunungan Zagros sebagai salah satu wilayah nan berpotensi menjadi area pertemuan dan perkawinan silang kedua golongan tersebut.
Pegunungan Zagros membentang luas di area Asia Barat, termasuk wilayah nan sekarang berada di sekitar Iran dan Irak. Menurut penelitian tersebut, area ini berada pada pertemuan dua wilayah biogeografis sehingga memungkinkan golongan manusia dengan sejarah persebaran berbeda untuk bertemu.
Para peneliti merekonstruksi persebaran Neanderthal dan manusia modern secara geografis pada periode sekitar 120.000 hingga 80.000 tahun lalu. Hasil pemodelan menunjukkan adanya wilayah nan tumpang tindih di Pegunungan Zagros.
Kondisi geografis dan keanekaragaman lingkungan area tersebut dinilai dapat mendukung keberadaan kedua golongan secara bersamaan.
Namun, temuan tersebut perlu dipahami sebagai perkiraan lokasi, bukan bukti bahwa peristiwa perkawinan silang secara langsung telah ditemukan di satu titik tertentu. Para peneliti menyebut Zagros sebagai potential interbreeding zone, berasas perpaduan model lingkungan, letak arkeologis, dan bukti genetik nan telah tersedia.
Bukti bahwa manusia modern dan Neanderthal memang pernah berganti materi genetik berasal dari penelitian DNA. Smithsonian's Human Origins Program menjelaskan bahwa manusia modern keturunan Eurasia membawa sekitar 1-4 persen DNA Neanderthal, sementara jejak Denisovan juga ditemukan pada sejumlah populasi manusia modern.
Pertukaran genetik tersebut tidak hanya melibatkan Neanderthal. Denisovan, golongan hominin purba nan diketahui dari temuan di Denisova Cave, Siberia, juga diketahui pernah berinteraksi dengan manusia modern. Bukti genetik menunjukkan kontribusi Denisovan nan cukup besar pada beberapa populasi di Papua Nugini dan Oseania.
Menariknya, bukti DNA juga menunjukkan bahwa hubungan antarkelompok hominin tidak selalu hanya terjadi antara manusia modern dan Neanderthal. Penelitian genom Neanderthal menemukan adanya sejumlah peristiwa aliran gen antara Neanderthal, Denisovan, dan manusia modern awal.
Temuan mengenai Pegunungan Zagros memberikan gambaran baru mengenai kemungkinan jalur pertemuan manusia modern dengan Neanderthal. Kawasan tersebut diperkirakan berkedudukan sebagai koridor perpindahan manusia pada masa Pleistosen lantaran menghubungkan lingkungan nan berbeda dan menyediakan kediaman dengan sumber daya nan beragam.
Dengan demikian, istilah “kawin campur” dalam konteks penelitian ini bukan berfaedah manusia modern berasosiasi dengan jenis hewan. nan dimaksud adalah perkawinan silang antarkelompok hominin nan tetap mempunyai hubungan evolusioner dekat dengan manusia modern. Jejak peristiwa tersebut kemudian memperkuat dalam genom manusia hingga sekarang.
Sumber: Science Reports
English (US) ·
Indonesian (ID) ·