Pegadaian Berhasil Cetak Laba Bersih Rp 4,38 Triliun, Tumbuh 87,2%

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta -

PT Pegadaian menorehkan keahlian positif pada periode 30 April 2026. Pegadaian sukses mencetak untung bersih sebesar Rp 4,38 triliun, tumbuh 87,2% dibandingkan periode nan sama di tahun 2025 sebesar Rp 2,34 Triliun.

Direktur Utama PT Pegadaian, Damar Latri Setiawan mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas pencapaian ini, terlebih momentum ini bertepatan dengan usia Pegadaian nan sekarang menginjak 125 tahun.

"Tidak mudah untuk menjaga konsistensi pertumbuhan selama satu seperempat abad tanpa adanya loyalitas dan kepercayaan nan besar dari nasabah. Kami mengucapkan terima kasih nan sebesar-besarnya kepada masyarakat Indonesia nan terus menjadikan Pegadaian sebagai mitra finansial utama. Pencapaian ini juga merupakan buah dari dedikasi dan kerja keras seluruh Insan Pegadaian," ujar Damar dalam keterangannya, Kamis (21/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damar menambahkan memasuki usia baru ini Pegadaian berkomitmen untuk terus beralih bentuk mengawinkan aspek digital dengan kebutuhan rill masyarakat.

"Hadirnya komoditas anyar seperti jasa bulion dan kemudahan digital lewat aplikasi Tring! diharapkan bisa menjadi lokomotif baru nan mempermudah lintas generasi dalam berinvestasi kondusif berbareng Pegadaian," tambahnya.

Realisasi total aset Pegadaian sekarang mencapai Rp 183,8 triliun, alias meningkat 56% dari tahun lampau nan tercatat sebesar Rp 117,8 triliun. Pertumbuhan aset ini ditopang kuat oleh pencapaian Outstanding Loan (OSL) gross nan melesat ke nomor Rp 153,6 triliun, naik 58,8% dari capaian tahun sebelumnya senilai Rp 96,7 triliun.

Sedangkan kualitas pembiayaan juga dilaporkan semakin sehat dan pruden. Hal ini dibuktikan dengan penurunan rasio Non-Performing Loan (NPL) secara signifikan dari 0,82% pada periode 30 April 2025 menjadi 0,51% pada periode nan sama di tahun 2026.

Pegadaian juga sukses mencatatkan peningkatan rasio profitabilitas secara berkelanjutan. Rasio Return on Asset (ROA) terdongkrak menjadi 7,49% dan Return on Equity (ROE) menyentuh nomor 29,72%.

Manajemen juga sukses melakukan optimasi biaya operasional. Efisiensi nan impresif ini terlihat dari rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) nan sukses ditekan ke level terendah dalam beberapa tahun terakhir, ialah sebesar (59,71)% pada periode ini.

Selain itu, Pegadaian telah melakukan ekspansi ekosistem emas secara menyeluruh. Pegadaian secara resmi mencatatkan sejarah sebagai pelopor dan perusahaan pertama di Indonesia nan mengantongi izin operasional untuk menjalankan aktivitas upaya bulion (Bank Emas) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), melalui surat Persetujuan Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Bulion Nomor S-325/PL.02/2024.

Melalui legalitas tersebut, Pegadaian sekarang menghadirkan portofolio produk Bulion Services terlengkap di Tanah Air, meliputi Deposito Emas, Pinjaman Modal Kerja Emas, Jasa Titipan Emas Korporasi, dan Perdagangan Emas. Pegadaian dinilai mempunyai kesiapan prasarana nan paling mumpuni untuk mengoperasikan sistem Bank Emas ini. Selain kebenaran bahwa 90% agunan gadai di Pegadaian berupa emas, perusahaan juga mempunyai jaringan ruang penyimpanan emas (vault) dengan standar keamanan internasional terbesar di Indonesia.

"Emas terbukti menjadi aset kondusif (safe haven) nan paling bercahaya dan diminati masyarakat. Dengan hadirnya Layanan Bulion terintegrasi ini, kami optimis dapat memberikan kontribusi nan jauh lebih besar terhadap roda perekonomian nasional, sekaligus mewujudkan misi jangka panjang untuk MengEMASkan Indonesia," tutup Damar.


(prf/ega)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance