Jakarta - Anggota Dewan Perwakilan Daerah RI (DPD) asal Nusa Tenggara Timur (NTT) dr Maria Caecilia Stevi Harman menilai kemiskinan tetap menjadi akar beragam persoalan nan dihadapi masyarakat di wilayah tersebut, mulai dari kesehatan pendidikan, hingga kualitas sumber daya manusia (SDM).
Menurut senator muda nan juga berprofesi sebagai master tersebut, upaya pembangunan di NTT tidak bisa dilakukan secara parsial dan hanya berfokus pada satu sektor saja.
"Harapan saya nan paling besar sebenarnya adalah NTT keluar dari kemiskinan. Itu adalah sumber dari banyak masalah nan ada," kata dr Stevi, dalam aktivitas detikSore, Rabu (3/6/2026).
Menurut dr Stevi, persoalan kesehatan nan selama ini menjadi perhatian publik tidak bisa dilepaskan dari kondisi sosial ekonomi masyarakat.
"Jadi kita kudu lihat, kemiskinan nan disebabkan apa, kemiskinan di NTT itu. Tidak bisa dilihat, walaupun saya dokter, tidak bisa dilihat melulu hanya dari satu sisi," kata dr Stevi.
Perubahan Harus Dimulai dari Sektor Produktif
Stevi menjelaskan sebagian besar masyarakat NTT menggantungkan hidup pada sektor pertanian, perikanan, dan pekerjaan informal lainnya. Namun, sektor-sektor tersebut tetap menjadi penyumbang nomor kemiskinan nan cukup tinggi.
Karena itu, dia menilai peningkatan kesejahteraan masyarakat kudu dimulai dengan memperkuat sektor produktif nan menjadi mata pencaharian utama warga.
"Sebagian besar masyarakat NTT adalah petani, nelayan, dan buruh. Maka nan kudu kita perbaiki terlebih dulu adalah sektor-sektor itu," katanya.
Salah satu upaya nan dilakukannya adalah mendorong regenerasi petani muda agar sektor pertanian tetap menjadi pilihan nan menjanjikan bagi generasi berikutnya.
"Petani itu banyak sekali menyumbang nomor kemiskinan. Padahal sebagian besar mata pencarian ya petani di sana," ujar dr Stevi.
"Yang saya lakukan, program ini adalah memotivasi agar petani-petani itu ada regenerasinya," sambungnya.
Bangun Ekosistem Pertanian untuk Anak Muda
Stevi mengungkapkan dirinya turut membangun ekosistem pembelajaran pertanian di lahan miliknya nan berada di dekat Labuan Bajo.
Di letak tersebut, dr Stevi membuka kesempatan bagi siswa praktik kerja lapangan (PKL) dan generasi muda untuk belajar mengenai pertanian secara langsung.
"Di situ saya menyediakan suatu ekosistem di mana saya membina petani agar petani itu bisa percaya diri bahwa menjadi petani itu bisa memberikan untung bagi mereka. Jadi mereka jangan lari keluar, mereka jangan melulu orientasi jadi pegawai, mereka jangan lari ke luar wilayah tetapi menggunakan SDA nan ada di NTT," jelas dr Stevi.
Menurut dr Stevi, pembangunan wilayah kudu dimulai dari pemanfaatan potensi lokal nan dimiliki masyarakat setempat.
dr Stevi berambisi generasi muda NTT tidak selalu memandang pekerjaan di sektor pertanian sebagai pilihan terakhir, melainkan sebagai pekerjaan nan bisa menciptakan kesejahteraan.
Peran Tokoh Lokal Penting Tingkatkan Literasi Kesehatan
Selain persoalan ekonomi, Stevi juga menyoroti tetap rendahnya literasi kesehatan di sejumlah wilayah NTT. Menurut dr Stevi, keberhasilan program kesehatan tidak hanya berjuntai pada pemerintah nan menyediakan akomodasi dan anggaran, tetapi juga memerlukan support masyarakat.
"Pemerintah sudah berupaya menyediakan akses, memperbaiki layanan, dan menyiapkan anggaran. Tetapi masyarakat juga kudu ikut terlibat agar program-program itu bisa melangkah dengan baik," ujar dr Stevi.
dr Stevi menilai tokoh adat, tokoh agama, serta tokoh masyarakat mempunyai peran strategis dalam menyampaikan pesan-pesan kesehatan kepada warga.
"Terkadang masyarakat lebih mendengarkan tokoh budaya alias orang nan mereka hormati. Karena itu pendekatan kesehatan kudu disesuaikan dengan karakter masyarakat setempat," kata dr Stevi.
dr Stevi menambahkan kehadiran putra-putri wilayah dalam beragam sektor pembangunan menjadi krusial lantaran mereka lebih memahami budaya, bahasa, dan kondisi sosial masyarakat nan dihadapi.
"Karena sebetulnya setiap daerah, kita juga terdiri dari ratusan, ribuan suku. Dan juga ada budaya di baliknya juga," kata dr Stevi.
"Yang bisa memahami adalah putra-putri wilayah nan juga sebetulnya cukup dekat. Dengan kepercayaan, dengan budaya dari masyarakat. Walaupun tetap butuh pendekatan nan berbeda juga. Jadi customized, tailored untuk setiap daerah," imbuhnya.
Dorong Perhatian bagi Tenaga Kesehatan Daerah
Selain konsentrasi pada pengentasan kemiskinan, Stevi juga berambisi pemerintah memberikan perhatian lebih kepada tenaga kesehatan (nakes) nan selama ini mengabdi di daerah-daerah terpencil.
dr Stevi menilai perawat desa, nakes, dan beragam petugas lapangan nan telah lama melayani masyarakat perlu mendapatkan kepastian pekerjaan dan kesejahteraan nan lebih baik.
"Mereka nan sudah mengabdi bertahun-tahun di wilayah jangan sampai justru dipersulit secara administrasi. Pemerintah perlu memberikan perhatian agar mereka memperoleh kewenangan dan kesempatan nan layak," kata dr Stevi.
Menurut dr Stevi, pemerataan jasa kesehatan tidak hanya soal pengedaran nakes baru, tetapi juga gimana negara menghargai dan mempertahankan tenaga kesehatan nan sudah bekerja di lapangan.
Raih Penghargaan Sekar Agni Negeri
Atas upayanya dalam memperjuangkan akses jasa kesehatan dan pemberdayaan masyarakat daerah, dr Stevi menerima penghargaan Sekar Agni Negeri dari detikcom sebagai Perempuan Peduli Layanan Akses Masyarakat Daerah.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai corak apresiasi terhadap kontribusinya dalam memperjuangkan akses kesehatan masyarakat, khususnya di NTT.
Menanggapi, dr Stevi mengaku melihatnya bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan amanah untuk terus bekerja bagi masyarakat.
"Saya tidak menganggap ini hanya sebagai achievement. Ini mengingatkan saya bahwa ada tanggung jawab nan kudu saya emban untuk terus menjadi pribadi nan lebih baik dan dapat dipertanggungjawabkan, baik untuk masyarakat NTT maupun masyarakat Indonesia," ujar dr Stevi.
Direktur Bisnis detikcom Agustina Sembiring (Ina) mengapresiasi kontribusi dr Stefi nan telah menginspirasi wanita Indonesia.
"Terima kasih dr Stevi sudah menginspirasi perempuan-perempuan Indonesia ya. Semoga ke depannya juga makin banyak wanita Indonesia nan tergerak demi Indonesia," kata Ina.
"Di sini detikcom mempersembahkan Sekar Agni untuk Negeri, sehingga ke depannya kita bisa lebih menginspirasi lebih banyak lagi," pungkasnya. (ega/ega)
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·