Pedestrian Deck Dukuh Atas Rampung 2028: Hemat Listrik-Hidup dari 'Iklan'

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Desain Bundar Pedestrian Deck Dukuh Atas Desain sisi barat. Foto: Dok. MRT

PT MRT Jakarta (Perseroda) menargetkan pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas selesai pada akhir tahun 2028. Nantinya deck tersebut bakal mengintegrasikan 6 moda transportasi publik ialah MRT Jakarta, LRT Jakarta, LRT Jabodebek, Transjakarta, KRL Commuter Line, dan KA Bandara.

Pedestrian Deck Dukuh Atas jadi proyek integrasi antar moda terbesar di Jakarta, apalagi Indonesia.

TOD Planning Department Head MRT Jakarta Sagita Devi memastikan pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas tidak bakal menggunakan APBD Jakarta.

“Pendanaannya sendiri bakal by MRT, jadi tidak menggunakan pembiayaan APBD ya. Sebagian bakal menggunakan biaya MRT, sebagian rencananya bakal menggunakan loan,” katanya.

Terkait jumlah investasi nan digelontorkan perusahaan ke proyek besar ini, Advisor Program Management Office Division PT MRT Jakarta, Agus Trihan, menyebut nomor Rp 300 miliar.

“Ini lagi tender ya, tapi kita udah umumkan kemarin roughly 300-an ya, Rp 300-an miliar,” jelas Agus.

Selain itu, Agus memaparkan keberlangsungan alias sustainability Pedestrian Deck Dukuh Atas. Menurutnya, deck tersebut nantinya bakal “hidup” dari pemasukan biaya iklan.

Pihaknya tidak berencana menempatkan banyak retail lantaran return nan tidak menjanjikan.

“Kemarin kita sudah diskusikan juga dengan konsultan, dan kajian dari mereka retail ini sebenarnya dibuat untuk area aktivasi aja. Kita nggak bakal bikin restoran, nggak bakal bikin area nan orang duduk nongkrong gitu. Tapi lebih ke arah pushcart alias hanya vending machine,” kata Agus.

TOD Planning Department Head MRT Jakarta, Sagita Devi, pada aktivitas penjelasan mengenai filosofi Desain Bundar Pedestrian Deck Dukuh Atas di Jakarta, Jumat (31/7). Foto: Sifa Maulida/kumparan

Hemat Listrik dan Ramah Disabilitas

Sebagai letak nan bakal sepenuhnya digunakan pejalan kaki, Pedestrian Deck Dukuh Atas bakal dibuat ramah lingkungan dengan banyak ventilasi udara natural alias area tertutup kaca.

“Untuk mencoba mengurangi lah penggunaan listrik, apalagi di siang hari gitu ya,” kata Agus.

Tak ketinggalan, MRT Jakarta juga menegaskan bahwa Pedestrian Deck Dukuh Atas didesain ramah disabilitas. Akan ada lift alias elevator, ramp untuk stroller alias bangku roda, eskalator, sampai taktil pemandu jalan.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan