Ilustrasi(MI/PALCE AMALO)
SEJUMLAH pedagang di Pasar Naikoten 1, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur menjual minyakita di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) ialah sebesar Rp15.700 per liter.
Sesuai pantauan di pasar tersebut, Rabu (10/6) pagi, nilai minyak kita dijual bervariasi mulai dari Rp16.000 sampai Rp18.000 per liter.
Sri Wahyuningsih, pedagang nan menjual minyakita Rp16.000 per lter mengatakan, minyak nan dijualnya diperoleh langsung dari bulog. "Seharusnya dijual Rp15.700 tetapi kadang saya tidak punya kembalian Rp300 jadi dijual Rp16.000 per liter," katanya kepada Media Indonesia.
Pedagang lain di pasar tersebut nan tidak menyebut identitasnya mengaku menjual minyakita seharga Rp18.000 per liter. Penaikan nilai tersebut untuk menutup biaya bungkusan dan transportasi. Pasalnya, dia tidak memperoleh minyak kita langsung dari bulog, tetapi dari pedagang lainnya.
"Posisinya sekarang stok dari Bulog kosong. Jadi kami ambil minyak dari orang lain. Kalau jual sesuai HET, kami bisa rugi, jika ambil langsung dari bulog tentu harganya beda," ujarnya.
Kondisi ini memicu perbedaan harga Minyakita di pasar tradisional Naikoten 1. Masyarakat pun kudu membeli minyak goreng subsidi tersebut dengan nilai nan lebih tinggi dibanding HET nan ditetapkan pemerintah.
Sementara itu, sejumlah penduduk minta pedagang tidak mempermainkan nilai minyakita nan disubsidi pemerintah.
"Saya minta pedagang jangan permainkan nilai Minyakita lantaran ini peralatan subsidi untuk masyarakat. Kalau terus naik, nan susah itu ibu-ibu rumah tangga," kata Liza, penduduk Kelurahan Liliba nan berbelanja di Pasar Naikoten 1.
Menurutnya, pemerintah wilayah perlu melakukan pengawasan terhadap pengedaran dan penjualan Minyakita agar nilai tetap sesuai ketentuan. "Minyak goreng subsidi semestinya dapat dijangkau oleh seluruh masyarakat," ujarnya.
Hal senada disampaikan Yohan, penduduk Kelurahan Oebobo. Dia minta pemerintah kudu menindak pedagang nan menjual Minyakita jauh di atas HET. "Kalau HET sudah ditetapkan Rp15.700, ya semestinya dijual sesuai nilai itu. Jangan lantaran stok terbatas lampau nilai dinaikkan sesuka hati," jelasnya. (H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·