Jakarta, CNN Indonesia --
DPP PDIP menggelar pendidikan politik terhadap sejumlah mahasiswa dari beragam perguruan tinggi di Sekolah Partai tersebut, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (21/10).
Dalam kesempatan itu, para mahasiswa diajari soal proses untuk pengandidatan dalam politik elektoral di Indonesia.
Ketua DPP PDIP Komarudin Watubun mengatakan aktivitas tersebut digelar untuk mengingatkan para generasi muda agar tak cuek terhadap politik. Sebab, menurut dia, apatisme terhadap politik di kalangan anak muda adalah sinyal berbahaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi jika sampai generasi mudanya tidak tertarik dengan politik, itu menjadi masalah serius," kata Komar usai acara.
Menurut Komar, dalam aktivitas tersebut partainya mengajarkan kepada para mahasiswa aliran Bung Karno. Bung Karno atau Sukarno adalah pahlawan proklamator nan juga Presiden pertama RI. Ajaran alias pemikiran dari ayah kandung Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri itu jadi injakan partai tersebut.
Komar menilai, pihaknya sekaligus mau mengingatkan kepada generasi muda, bahwa dalam politik tak ada nan instan. Kata dia, semua butuh proses, termasuk dalam pengandidatan untuk politik elektoral.
"Jadi kita sadarkan kepada generasi muda bahwa semua berproses, tidak ada nan jatuh dari langit," ujar Komar.
"Supaya suatu ketika mereka jadi pejabat, mau jadi presiden, wakil presiden, kudu siap, tidak bisa dipaksa. Nanti bikin rusak negara itu," imbuhnya.
Anggota Komisi Politik dan Pemerintahan DPR itu tak membantah aktivitas berjudul 'Muda Mudi Sekolah Partai PDI Perjuangan' itu sebagai upaya untuk menggaet pemilih muda. Namun, kata dia, pihaknya mau terlebih dulu mengajarkan aliran Bung Karno.
"Nah, ini kita sosialisasikan itu dulu. Terserah mereka kemudian tertarik masuk PDI Perjuangan itu tidak masalah," katanya.
Dia turut mengingatkan pentingnya urgensi untuk memahami Pancasila dan dasar negara.
(thr/kid)
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·