Jakarta - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI sekaligus Ketua DPP PDIP Charles Honoris mendukung rencana Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan moratorium pendaftaran dapur baru dan refocusing program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, langkah refocusing merupakan kebijakan nan tepat untuk memastikan program lebih efektif dan tepat sasaran.
"Menurut saya wacana refocusing penerima faedah nan disampaikan ketua baru BGN sudah tepat. Selama ini saya memandang ukuran keberhasilan program terlalu sering dikaitkan dengan jumlah penerima manfaat," kata Charles kepada wartawan, Jumat (5/6/2026).
Bahkan, kata dia, dalam beberapa kesempatan, mantan Kepala BGN Dadan Hindaya selalu membanggakan jumlah anggaran nan dihabiskan. Padahal, nan terpenting adalah kualitas gizi nan diberikan.
"Karena itu, ke depan program ini memang sebaiknya lebih konsentrasi kepada golongan nan betul-betul membutuhkan, terutama anak-anak nan mengalami masalah gizi, family rentan, serta masyarakat di wilayah 3T nan akses pangannya tetap terbatas," ujarnya.
"Jangan sampai orientasinya hanya mengejar nomor penerima faedah nan terus bertambah, tetapi faedah gizinya tidak optimal," sambungnya.
Lebih lanjut, Charles juga meminta ketua baru BGN melakukan pembenahan tata kelola. Dia berambisi proses pengadaan ke depan dilakukan secara transparan, akuntabel.
"Terkait pengadaan, kami tentu berambisi ketua baru BGN melakukan pembenahan tata kelola secara menyeluruh," tuturnya.
"Ke depan proses pengadaan kudu jauh lebih transparan, akuntabel, dan bisa dipertanggungjawabkan kepada publik. Jangan sampai pola-pola pengadaan nan amburadul seperti pada masa kepemimpinan sebelumnya terulang kembali dan justru mengganggu tujuan utama program," imbuh dia.
Sebelumnya, BGN menghentikan sementara pendaftaran dapur baru untuk program MBG. Kebijakan moratorium ini menjadi salah satu langkah nan diambil ketua baru BGN dalam rangka efisiensi anggaran sekaligus penataan penyelenggaraan program.
"Hal utama nan telah kami telaah dan kami siapkan rencana kerjanya adalah menuju pada efisiensi anggaran," kata Kepala BGN Nanik S. Deyang dalam konvensi pers di gedung BGN, Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Nanik menjelaskan terdapat empat langkah utama nan disiapkan BGN untuk memperbaiki penyelenggaraan program MBG. Pertama, refocusing penerima faedah agar program lebih tepat sasaran. Kedua, penghentian sementara pendaftaran dan pembangunan dapur baru.
"Dalam rangka efisiensi anggaran maka perihal nan kami lakukan adalah pertama refocusing penerima manfaat. Dua, moratorium dapur titik-titik baru," ujarnya. (amw/gbr)
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·