Jakarta -
Ketua DPP PSI Bestari Barus menyikapi pernyataan Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira nan menyebut partainya sudah lupa dengan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi). PSI menyinggung nama Jokowi nan terus diperbincangkan.
"Ya alhamdulillah, jika orang sudah lupa itu udah nggak inget gitu loh, tapi kan tetap terus ngomongin aja," kata Bestari kepada wartawan, Senin (5/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bestari mengatakan PDIP belum melupakan sosok Jokowi. Ia mengungkit kemenangan Jokowi dalam pemilu bukan lantaran PDIP tetapi rakyat.
"Belum melupakan gitu kan, belum move on lah, belum move on, ya kan? Jadi ya kami cukup prihatin dengan rasa nan dialami oleh PDIP atas hengkangnya Pak
Jokowi ke partai kami," kata Bestari.
"Kalau konstitusinya konstitusi PDIP memang tidak patut untuk diikuti oleh Presiden, andaikan tidak berkesesuaian dengan nan menjadi tugas Pak Presiden sebagai abdi rakyat. Beliau bukan abdi partai apalagi sekedar petugas partai. Dan ingat, nan memenangkan, nan memenangkan Pak Jokowi itu bukan PDIP sendiri, tapi rakyat," sambungnya.
Ia mengatakan Presiden adalah abdi rakyat bukan partai. Bestari menyambut dengan senang Jokowi tak lagi berbareng dengan PDIP.
"Presiden abdi rakyat, ya masyarakat Indonesia sangat berterima kasih dan kami berbahagia. Semakin sigap Pak Jokowi berbareng kami, maka semakin sigap rakyat bakal mendapatkan figur kesayangan mereka kembali, saya kira itu. Tanpa kudu diintimidasi ataupun dikuyo-kuyo oleh partai-partai seperti itu gitu loh," imbuhnya.
Adapun Hugo mengatakan internal PDIP sudah lupa dengan Jokowi. Namun, beredarnya rumor piagam tiruan nan dituduhkan ke Jokowi membikin PDIP terkenang lagi dengan Presiden ke-7 RI itu.
Adapun perihal itu disampaikan Hugo saat menanggapi pernyataan PSI mengenai PDIP sakit hati mendalam usai ditinggal Jokowi.
"Di PDI Perjuangan kami sudah lupa. Gara-gara piagam tiruan jadi muncul lagi orang ini. Algoritma piagam mengingatkan nama ini," sambungnya.
Menurut Hugo, perihal nan diingat dari Jokowi hanya seputar rumor piagam palsu. "Yang terkenang malah piagam tiruan lantaran ramai dibicarakan di media dan sampai sekarang tidak ada penyelesaiannya," ujar Hugo.
(dwr/gbr)
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·