PDIP Berikan Salinan Ijazah Jokowi ke YouTuber Michael Sinaga

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

PDI Perjuangan (PDIP) mengakui telah memberi salinan arsip pencalonan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), termasuk ijazah, kepada YouTuber Michael Sinaga.

Politikus PDIP Guntur Romli mengatakan arsip tersebut diberikan setelah Michael mengusulkan permohonan info kepada DPP PDIP dengan dasar Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

"Iya benar. Dia kirim surat ke DPP atas dasar UU Keterbukaan Informasi Publik. Kami membuka berkas pencalonan Jokowi tahun 2014," kata Guntur saat dihubungi, Senin (8/6).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Guntur menjelaskan arsip nan diberikan mulai dari salinan piagam SMA, piagam sarjana (S1) dan berkas lainnya.

"Kami buka semua berkas, piagam SMA, S1, dan berkas-berkas lain nan bisa dibuka berasas perintah UU Keterbukaan Informasi Publik," ujarnya.

Menurut Guntur, dalam surat permohonannya Michael menyebut dokumen-dokumen tersebut diperlukan untuk kepentingan penelitian.

"Untuk bahan penelitian," kata Guntur.

Sementara itu, Mikhael Sinaga mengatakan buahpikiran mengusulkan permohonan info itu muncul dari pengalamannya sebagai mantan calon legislatif.

Menurutnya, dalam proses pencalonan, seluruh arsip kandidat umumnya diserahkan terlebih dulu kepada partai politik sebelum diteruskan ke KPU.

"Jadi pengalaman pribadi saya, semestinya seseorang calon itu, calon apa pun, calon DPR, calon wali kota, gubernur, presiden, itu memberikan berkas satu rangkap kepada partai. Lalu partai memberikan ke KPU," katanya.

Mikhael mengatakan arsip piagam Jokowi dibutuhkannya untuk kepentingan investigasi pemberitaan.

Ia menyebut mendapat arsip dari DPP PDIP pada pekan lalu.

Mikhael mengaku kemudian membandingkan arsip piagam S1 Jokowi dari PDIP dengan piagam Jokowi nan diperoleh Pengamat kebijakan publik Bonatua Silalahi dari KPU.

Dari hasil komparasi nan dilakukannya, Mikhael menyatakan menemukan perbedaan pada letak cap legalisasi piagam Jokowi dari PDIP dan dari KPU.

"Berbeda letak legalisirnya, cap legalisirnya berbeda. Itu semuanya di kanan atas, tapi jika kita sandingkan kiri-kanan alias kita tempelin gitu kan, jika kita tempelin terus kita terawang kan ketahuan dia agak berbeda sedikit gitu loh," kata Mikhael.

(yoa/isn)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional