PDIP Ajak Anak Muda Sekolah Partai, Singgung Jadi Presiden-Wapres Butuh Proses

Sedang Trending 59 menit yang lalu

Jakarta -

PDIP menggelar aktivitas 'Muda Mudi Sekolah Partai PDI Perjuangan' di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan (Jaksel). Ketua DPP PDIP Komarudin Watubun mengatakan aktivitas tersebut mengajarkan generasi muda memahami Pancasila dan konstitusi.

"Kita undang pertama itu tetap umum saja, bebas saja, lantaran nan paling krusial itu bukan PDI Perjuangannya, tapi perjuangan Bung Karno dan Ibu Mega itu kudu diwariskan kepada generasi penerus. Di situ ada nilai, ya. Perjuangan itu nan kudu diteruskan," ujar Komarudin kepada wartawan di Sekolah PDIP Lenteng Agung, Jaksel, Rabu (21/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengatakan PDIP mengajarkan gimana Pancasila sebagai dasar negara. Hal itu, agar generasi muda memahami konstitusi dan tidak melakukan pelanggaran.

"Di sana kita belajar gimana Pancasila, dasar negara, agar jangan kita buat pelanggaran terhadap konstitusi, kan? Jadi kita sadarkan kepada generasi muda bahwa semua berproses, tidak ada nan jatuh dari langit," ungkapnya.

Komarudin berambisi nilai-nilai Pancasila nan dipelajari dapat menjadi bekal bagi generasi muda saat kelak menduduki kedudukan publik. Termasuk sebagai presiden maupun wakil presiden.

"Supaya suatu ketika mereka jadi pejabat, mau jadi presiden, wakil presiden, kudu siap, tidak bisa dipaksa. Nanti bikin rusak negara itu," ungkapnya.

Dia mengatakan aktivitas tersebut juga menjadi upaya meneruskan perjuangan Presiden pertama RI Sukarno dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri. Melalui sekolah partai, PDIP mau mengenalkan sekaligus menyosialisasikan nilai-nilai perjuangan tersebut.

"Kan PDI Perjuangan ini melanjutkan perjuangan Bung Karno. Bung Karno dilanjutkan oleh Ibu Mega. Ibu Mega sekarang dilanjutkan oleh sekolah-sekolah partai. Nah, ini kita sosialisasikan itu dulu," jelasnya.

"Terserah mereka kemudian tertarik masuk PDI Perjuangan itu tidak masalah. Tapi jangan sampai mereka sebagai bangsa tidak mengerti sejarah bangsanya sendiri, itu sebenarnya poinnya," imbuhnya.

(dvp/amw)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News
↑