PBB Peringatkan Potensi El Nino Terbesar dalam 1.000 Tahun, 50 Juta Orang Terancam Kelaparan

Sedang Trending 1 hari yang lalu
PBB Peringatkan Potensi El Nino Terbesar dalam 1.000 Tahun, 50 Juta Orang Terancam Kelaparan Petani menunjukkan kondisi sawah nan mengalami kekeringan di Desa Pematang Bangsal, Kecamatan Pemulutan Selatan, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Kamis (6/8/2026).( ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)

PERSERIKATAN Bangsa-Bangsa (PBB) dan Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) mengeluarkan peringatan darurat mengenai kejadian suasana El Nino nan kian menguat secara drastis. Diproyeksikan menjadi nan terbesar dalam kurun waktu 1.000 tahun terakhir, kejadian ini berisiko mendorong suhu bumi ke rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Suhu permukaan samudra Pasifik di pusat wilayah El Nino saat ini tercatat 2,6°C di atas rata-rata, mendekati anomali tertinggi era satelit. Puncak suhu apalagi diproyeksikan menembus nomor 4°C pada November mendatang.

Ancaman Krisis Pangan dan Cuaca Ekstrem

Kombinasi antara krisis suasana akibat polusi bahan bakar fosil dan lonjakan daya El Niño diprediksi memicu serangkaian musibah dunia nan meluas:

  • Ancaman Kebakaran Hutan dan Kekeringan: Memicu peningkatan akibat kebakaran rimba di Indonesia dan Australia, serta melemahkan pasokan hujan monsun vital di India.
  • Krisis Pangan Global: World Food Programme (WFP) memperkirakan sekitar 50 juta jiwa berpotensi terdorong ke dalam kelaparan akut akibat melonjaknya nilai pangan dan kegagalan panen masif.
  • Bencana Banjir dan Gelombang Panas: Wilayah Amerika Selatan terancam banjir bandang intens, sementara benua Eropa berisiko menghadapi gelombang panas ekstrem nan berulang.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Sekjen WMO Celeste Saulo menegaskan bahwa bumi sekarang berada di "wilayah tak terpetakan" (uncharted waters). WMO secara resmi telah meluncurkan mobilisasi darurat dunia terbesar dalam 50 tahun terakhir berbareng lembaga meteorologi nasional di seluruh bumi guna memperkuat sistem peringatan dini.

Pihak berkuasa mendesak negara-negara bumi untuk segera memangkas emisi karbon serta memperkuat skema ketahanan iklim, mengingat akibat pemanasan dunia ini diproyeksikan bakal terus berjalan hingga sepanjang tahun 2027.

(Theguardian/P-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia