Ilustrasi(Dok Magnific)
KOMISARIS Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Volker Turk memperingatkan bahwa perkembangan kepintaran buatan (AI) berpotensi menjadi ancaman eksistensial bagi umat manusia. Ia mendesak langkah segera untuk memastikan teknologi AI dikembangkan dengan standar keselamatan dan keamanan nan kuat.
"Saya sependapat dengan kekhawatiran para pelaku industri bahwa AI canggih dapat menimbulkan akibat eksistensial bagi umat manusia. Saya menyerukan upaya habis-habisan untuk memastikan agunan kuat atas keselamatan dan keamanan AI sebelum terlambat," kata Turk, menurut keterangan kantornya.
Pernyataan tersebut disampaikan Turk dalam sesi ke-63 Dewan HAM PBB. Ia mengatakan bakal mengambil langkah lanjutan dengan mengirimkan surat kepada sejumlah perusahaan developer AI terkemuka dalam beberapa hari mendatang.
Turk juga menyoroti persoalan konsentrasi kendali terhadap teknologi AI. Menurut dia, saat ini hanya segelintir pihak nan mempunyai 'kekuasaan nyaris tidak terbatas atas AI.'
"Setidaknya, kita memerlukan negara-negara tempat AI dikembangkan dan negara-negara nan terlibat dalam rantai pasoknya untuk bersama-sama menyepakati batas-batas nan tidak boleh dilanggar," kata Turk.
PBB Dorong Regulasi AI nan Lebih Ketat
Peringatan mengenai akibat AI terhadap umat manusia sebelumnya juga disampaikan sejumlah pejabat PBB. Pada Desember 2025, Kepala Ekonom Biro Regional Asia-Pasifik Program Pembangunan PBB (UNDP) Philip Schellekens memperingatkan bahwa pemanfaatan AI untuk kepentingan militer berpotensi menjadi ancaman eksistensial dan dapat menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.
Schellekens menekankan pentingnya izin nan bertanggung jawab untuk mengendalikan penggunaan kepintaran buatan dalam sektor militer.
Sementara itu, pada Januari 2025, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyebut AI nan tidak terkendali sebagai salah satu ancaman eksistensial nan dihadapi umat manusia, berbareng perubahan suasana dan senjata nuklir.
Peringatan terbaru Turk menambah dorongan di tingkat internasional agar pengembangan dan penggunaan AI diatur dengan sistem keselamatan nan memadai, termasuk penetapan pemisah penggunaan teknologi nan dinilai berisiko tinggi. (Ant/E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·