Ilustrasi(MI/Denny Susanto)
PEMERINTAH Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran rimba dan lahan (karhutla) seiring berlangsungnya musim kemarau. PT Astra Agro Lestari (AAL)1 menurunkan pasukan pemadam kebakaran (Fire Brigade) dalam Apel Kesiapsiagaan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan serta Kekeringan Kabupaten Tabalong 2026 di Tanjung.
Kehadiran tim Fire Brigade PT AAL1 menjadi bagian dari penguatan sinergi antara pemerintah daerah, bumi usaha, abdi negara keamanan dan unsur masyarakat dalam mencegah serta merespons potensi karhutla. Rangkaian apel dilanjutkan dengan rapat koordinasi kesiapsiagaan musibah nan melibatkan Pemerintah Kabupaten Tabalong, TNI/Polri, BPBD dan sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Bupati Tabalong M. Noor Rifani, mengecek langsung kesiapan unsur penanganan Karhutla termasuk personel fire brigade AAL1 di lapangan. Bupati mengapresiasi keterlibatan bumi upaya dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran dan kekeringan.
“Menghadapi potensi musibah kebakaran hutan, lahan, dan kekeringan tahun ini, kesiapsiagaan tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja. Diperlukan sinergi, komunikasi, dan langkah tanggap darurat nan kuat dari seluruh elemen, termasuk jejeran bumi upaya dan masyarakat,” ujar Noor Rifani.
Menurutnya, kesiapan personel dan koordinasi antarlembaga menjadi aspek krusial agar potensi kebakaran dapat dideteksi dan ditangani sedini mungkin.
Manajemen AAL1 mengatakan keterlibatan fire brigade dalam agenda kesiapsiagaan wilayah merupakan bagian dari komitmen perusahaan menerapkan prinsip zero burning serta menjaga lingkungan di sekitar wilayah operasional Kecamatan Haruai.
"Perusahaan menyiagakan personel terlatih dan armada pemadam, sekaligus memperkuat koordinasi dengan BPBD dan pemerintah desa untuk mendukung upaya pencegahan awal serta patroli secara berkala," tutur CDO PT AAL1 Tabalong, Bambang Budiansyah, Selasa (25/8).
Kesiapsiagaan tersebut tidak hanya diarahkan untuk merespons kebakaran ketika api sudah muncul, tetapi juga memperkuat langkah pencegahan melalui pemantauan wilayah rawan dan komunikasi dengan pemangku kepentingan di lapangan. Sinergi tersebut diharapkan bisa mempercepat respons andaikan ditemukan titik api sekaligus mencegah kebakaran berkembang menjadi lebih luas. (DY/E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·