Penanggulangan kerhutla di Pelalawan, Riau.(dok.istimewa)
MENTERI Kehutanan (Menhut) Raja Antoni meminta proses pendinginan letak kebakaran rimba dan lahan (Karhutla) di Pelalawan, Riau, dituntaskan. Menhut Raja Antoni menyebut meski api sudah tidak terlihat, potensi kebakaran kembali tetap ada.
“Api sudah tidak ada, tinggal tadi ada pendinginan proses betul-betul bahwa tidak ada lagi asap,” kata Raja Antoni saat memantau penanganan Karhutla di Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, dalam keterangannya, Jumat (28/8).
Menhut Raja Antoni menjelaskan Karhutla di lahan gambut tidak mudah dipadamkan lantaran nan terbakar bukan hanya vegetasi, tetapi juga tanah. Kondisi tersebut membikin asap tetap kuat meski api tidak terlihat.
“Yang terbakar ini tidak hanya pohonnya, tapi tanahnya nan terbakar. Dan di beberapa tempat, seperti nan sudah saya saksikan, tadi kita lihat ya apinya sudah tidak ada, tapi asapnya tetap kuat,” ujarnya.
Karena itu, Raja Antoni mengingatkan petugas agar tidak meninggalkan letak sebelum proses pendinginan betul-betul selesai. Dia menyebut api tetap dapat kembali muncul andaikan pendinginan tidak dilakukan secara sempurna dan kemudian terjadi angin.
“Saya tetap meminta agar waspada, lantaran andaikan proses pendinginannya tidak terlalu sempurna, jika kelak ada angin lagi, bisa nyala lagi. Potensi itu tetap tetap ada, jadi minta dituntaskan, jangan ditinggalkan tempat ini sampai betul-betul selesai,” tegasnya.
Menhut Raja Antoni mengapresiasi kerja sama seluruh pihak dalam penanganan Karhutla Pelalawan, termasuk Pangdam, Kapolda, Bupati Pelalawan, BPBD, dan Manggala Agni Kementerian Kehutanan. Dia menilai penanganan Karhutla di lapangan merupakan pekerjaan berat dan memerlukan kewaspadaan hingga proses pendinginan selesai. (Cah/P-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·