Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya mengungkapkan Indonesia tetap dalam posisi kondusif dalam ketahanan dan pasokan energi, meski di tengah tantangan global. Bahkan belum lama ini, JPMorgan juga menobatkan Indonesia menjadi negara dengan ketahanan terbaik kedua dari 52 negara.
"Dari Maret hingga saat ini, Indonesia (terkait ketahanan energi) masih baik-baik saja. Walaupun ada tantangan, ada cerita tapi semua persoalan bisa diatasi lantaran ini dalam tekanan," ungkap Bambang saat berbincang di Energy Forum CNBC Indonesia, Jakarta, Kamis (25/6/2026).
"Yang pasti untuk kebutuhan BBM subsidi itu dipastikan kondusif hingga akhir tahun ini," lanjutnya.
Demi memastikan pasokan daya tetap aman, menurutnya sudah ada izin nan mendukung kelincahan pengadaan daya melalui Lemigas. Nantinya, Lemigas akan menjalankan mandat sebagai perpanjangan tangan negara, sehingga mempermudah menjalin kesepakatan dengan negara mitra.
"Jadi kelebihan Lemigas diberikan mandat untuk dapat pengadaan langsung dengan beragam kriteria, dan seluruh agregasi nan diambil pemerintah bisa menjamin kesiapan pasokan," kata Bambang.
Selain kepastian kesiapan BBM subsidi, dia juga menyoroti soal BBM non-subsidi nan semestinya mengikuti sistem pasar. Meski demikian, pemerintah tetap melakukan intervensi dan menetapkan di bawah nilai keekonomiannya.
"Kita kudu terbuka RON 92 itu modalnya sekitar US$ 1,1 per liter alias 19 ribu, tetapi pemerintah mematok hanya boleh menjual Rp 16.220/liter. Artinya masyarakat kudu tahu untuk peralatan non-subsidi pemerintah intervensi," ungkapnya.
Untuk itu, Bambang pun mengapresiasi langkah pemerintah sehingga kesiapan pasokan bisa tetap terjamin. Sementara untuk LPG, posisi Indonesia saat ini pun tetap cukup kondusif dibandingkan sebelumnya.
"Kalau ada masalah, semua bisa recovery. Jadi dari rantai pasok dunia, diversifikasi pun sudah banyak. Maret-Apri sempat mengkhawatirkan, tapi intervensi pemerintah luar biasa, Pertamina tidak dibiarkan sendiri," kata Bambang.
"Sehingga jika JPMorgan mengeluarkan rilis bahwa Indonesia mempunyai ketahanan daya terbaik nomor 2, wajar. Ini menggambarkan gimana effort Indonesia dalam mengatasi semuanya," tambahnya.
Upaya Transisi Energi
Selain mengamankan kesiapan pasokan, pemerintah menurutnya juga gencar mendukung transisi daya dengan optimasi penggunaan biodiesel B40 menjadi B50. Menurutnya, belum ada negara lain nan berani mengambil langkah mandatory biodiesel sebesar Indonesia. Rata-rata negara lain, tetap di kisaran 10-20%.
"Yang bisa mendekati Indonesia itu Malaysia, itu baru B10-B20. Tapi kita 1 Juli sudah B50, ini tidak gampang," tegas Bambang.
Dalam kesempatan nan sama, Anggota Dewan Energi Nasional 2026-2030 Mohammad Fadhil Hasan mengatakan Indonesia kudu terus melakukan diversifikasi sumber daya energi, terutama dengan memanasnya tensi geopolitik dan perang Timur Tengah. Hal ini pun membikin banyak negara berupaya mempercepat daya baru terbarukan.
"Langkah-langkah nan diambil ke depan ini dipenuhi ketidakpastian, saya kira kita tidak boleh berpuas diri dengan kondisi saat ini. Jika kondisi mereda, nan dituntut adalah konsistensi kita mendorong semua pihak agar konsisten melaksanakan program transisi energi," kata dia.
(rah/rah)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·