
Pasokan Avtur untuk Penerbangan Bali dan Nusa Tenggara Diperkuat (Foto: Pertamina)
JAKARTA - Pasokan avtur untuk penerbangan Bali dan Nusa Tenggara diperkuat. Hal ini melalui kerjasama antara PT Elnusa Petrofin (EPN), anak upaya PT Elnusa Tbk (ELSA) nan tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina berbareng PT Pertamina Patra Niaga.
EPN dan Pertamina Patra Niaga memulai penerapan project aviation Bali-Nusa Tenggara melalui go live nan diselenggarakan di Aviation Fuel Terminal (AFT) Bandara Internasional Lombok (BIL), Nusa Tenggara Barat pada Selasa, 16 Juni 2026.
Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat keandalan rantai pasok aviation fuel di area Bali dan Nusa Tenggara nan termasuk dalam salah satu sektor wilayah Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) sekaligus memperkokoh sinergi Pertamina Group dalam menjaga kelancaran pengedaran daya bagi sektor penerbangan nasional.
Di tengah pertumbuhan mobilitas udara dan meningkatnya kebutuhan konektivitas antardaerah, keandalan pengedaran aviation fuel menjadi salah satu komponen krusial dalam mendukung aktivitas ekonomi, pariwisata, dan pembangunan nasional.
Implementasi project aviation Bali-Nusa Tenggara juga menjadi bagian dari penguatan milestone Elnusa Petrofin dalam mendukung logistik daya sektor aviasi nasional.
Direktur Operasi & Marketing Elnusa Petrofin Ferdiansyah menyampaikan, ekspansi amanah ini merupakan gambaran dari kepercayaan nan dibangun melalui konsistensi perusahaan dalam menghadirkan jasa operasional nan unggul, budaya keselamatan nan kuat, serta kerjasama nan berkepanjangan dengan seluruh pemangku kepentingan.
"Implementasi project aviation Bali-Nusa Tenggara bukan sekadar ekspansi cakupan operasional, melainkan bagian dari upaya kami untuk terus memperkuat keandalan rantai pasok daya nasional melalui jasa logistik daya nan terintegrasi, adaptif, dan berkelanjutan," katanya di Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Ferdiansyah menambahkan bahwa pengalaman Elnusa Petrofin dalam mendukung operasional aviation fuel di beragam wilayah Indonesia menjadi fondasi krusial untuk terus meningkatkan kualitas jasa di masa mendatang.
"Kami meyakini bahwa keandalan pengedaran daya tidak hanya ditentukan oleh prasarana dan teknologi, tetapi juga oleh kompetensi sumber daya manusia, disiplin operasional, budaya keselamatan, serta sinergi nan kuat di seluruh rantai nilai," katanya.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·