Pasien BPJS yang Dicibir Dokter PPDS bukan dari RSUP Dr. Sardjito

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Yogyakarta, CNN Indonesia --

RSUP Dr. Sardjito meluruskan info bahwa pasien BPJS nan menjadi objek komentar bersuara nirempati oleh master PPDS di media sosial bukan berasal dari rumah sakit tersebut.

Adapun master PPDS nan dimaksud adalah Elda Putri Rahardini dari FK-KMK UGM. Ia sebelumnya dianggap telah melontarkan komentar tak berempati terhadap salah seorang pasien BPJS melalui Threads.

"Pasien nan dikomentari itu di sosial media itu bukan pasiennya Sardjito," ujarnya," kata Manajer Hukum dan Humas RSUP Dr. Sardjito, Banu Hermawan saat dihubungi, Kamis (6/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Banu dalam kesempatan ini kembali menegaskan bahwa Elda juga bukan merupakan master pegawai RSUP Dr. Sardjito, melainkan berstatus PPDS di rumah sakit tersebut.

RSUP Dr. Sardjito pun telah menghentikan praktik Elda di lingkungan rumah sakit selama proses investigasi mengenai dugaan komentar nirempati di media sosial.

Langkah tersebut diambil sebagai tindak lanjut awal berbareng FK-KMK UGM melalui Tim Pendidikan Bermartabat.

Banu menjelaskan kewenangan rumah sakit adalah menghentikan stase alias praktik klinis Elda di RSUP Dr. Sardjito. Sementara keputusan untuk menonaktifkan status pendidikannya sebagai peserta PPDS berada di tangan FK-KMK UGM, kampus asal Elda.

"Sardjito kewenangannya adalah menghentikan nan berkepentingan namanya stase. Stase itu praktik di Sardjito. Itu kita hentikan. Tapi nan menonaktifkan, nan punya kewenangan menonaktifkan itu adalah UGM," kata Banu.

Ia mengatakan penghentian stase dilakukan segera setelah peristiwa tersebut mencuat ke publik. Dengan demikian, Elda tidak lagi diperbolehkan menjalankan praktik klinis di RSUP Dr. Sardjito selama proses pemeriksaan berlangsung.

"Itu (penghentian stase) sudah dilakukan kemarin," kata Banu.

Peristiwa ini bermulai dari curhatan seorang pasien melalui akun Threads miliknya, @yurizaltrich pada 22 Juli 2026.

Dalam unggahan itu, pasien mengaku telah menunggu 8 jam dan tak kunjung mendapatkan ruangan untuk mendapatkan perawatan. Ia enggan mengungkap nama rumah sakit tempat dia berobat lantaran mendaftar lewat BPJS Kesehatan.

Hanya saja, unggahan pasien malah mendapat banyak komentar negatif. Tak sedikit nan merespons sinis alias dengan nada menghakimi juga merendahkan.

Dari sejumlah info dan temuan warganet, komentar-komentar nirempati pada unggahan @yurizaltrich beberapa di antaranya dilayangkan oleh akun milik tenaga kesehatan alias dokter.

Salah satu akun itu adalah @erudarahaadini, milik Elda Putri Rahardini nan disebut-sebut sebagai salah seorang master di RSUP Dr Sardjito. Dia pun meminta maaf dan mengakui komentarnya tidak pantas. Hingga pada Sabtu (1/8), pasien dikabarkan meninggal. Unggahan @yurizaltrich pun langsung jadi sorotan.

Belakangan diketahui bahwa Elda adalah master PPDS dari FK-KMK UGM nan bekerja di RSUP Dr. Sardjito. Pihak rumah sakit berbareng kampus telah mengambil tindakan untuk memintai klarifikasi.

(kum/gil)

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional