Pascagempa NTT, 923 Sekolah Belajar dari Rumah, 171 Sekolah Daring

Sedang Trending 24 menit yang lalu
Pascagempa NTT, 923 Sekolah Belajar dari Rumah, 171 Sekolah Daring Siswa korban gempa berada di letak pengungsian(Dok Kemendikdasmen)

SEBANYAK 923 sekolah di Nusa Tenggara Timur (NTT) menerapkan pembelajaran dari rumah pascagempa, sedangkan 171 sekolah lainnya menerapkan pembelajaran daring.

Selain itu, 35 sekolah menggunakan kelas darurat, dan 30 sekolah tetap melaksanakan pembelajaran tatap muka. 

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat mengatakan, penerapan beragam metode pembelajaran tersebut dilakukan untuk memastikan aktivitas belajar tetap melangkah dengan mengutamakan keselamatan siswa dan guru. 

Menurutnya, pembelajaran dari rumah dan daring diterapkan lantaran gempa susulan tetap berjalan serta sejumlah gedung sekolah mengalami kerusakan alias berpotensi membahayakan penduduk sekolah. Sampai Minggu (22/8), pembelajaran bagi sekitar 116.324 siswa terdampak tetap diupayakan berjalan. 

Selain itu, Kemendikdasmen telah menerbitkan Panduan Pembelajaran di Masa Darurat nan memberikan elastisitas dalam metode dan materi pembelajaran, dengan penekanan pada materi esensial, literasi dan numerasi dasar, serta support psikososial.

“Dalam situasi bencana, keselamatan dan keberlanjutan pendidikan anak kudu menjadi perhatian bersama. Kemendikdasmen terus bergerak berbareng pemerintah wilayah dan seluruh mitra untuk memastikan anak-anak tetap mendapatkan jasa pendidikan, meskipun dalam kondisi darurat,” ujarnya. 

Berdasarkan info Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (Seknas SPAB) per 20 Agustus 2026, sebanyak 1.268 dari 1.378 satuan pendidikan terdampak telah melaporkan kondisi alias sekitar 92 persen. 

Dampak tersebut mencakup tujuh kabupaten dengan 177.678 siswa serta 21.166 pembimbing dan tenaga kependidikan.

Dari 8.664 ruang kelas nan terdata, sebanyak 5.521 ruang kelas alias 63,7 persen mengalami kerusakan, termasuk 2.229 ruang kelas nan rusak berat alias total. Sebanyak 502 satuan pendidikan dilaporkan mengalami kerusakan berat.

Untuk mendukung pemulihan aktivitas belajar, Kemendikdasmen secara berjenjang menyiapkan 100 tenda ruang kelas darurat bagi sekolah nan mengalami kerusakan berat. Tenda tersebut sedang didistribusikan dan diharapkan mulai digunakan pada pekan berikutnya.

Kemendikdasmen juga menyiapkan 5.000 school kit, 1.500 family kit, 6.238 mebelair, 3.956 papan tulis, dan 123.522 kitab untuk mendukung aktivitas belajar di wilayah terdampak.

Menurutnya, support sarana, pendampingan psikososial bagi siswa dan pembimbing dilakukan berbareng Himpunan Psikologi, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), serta mitra perguruan tinggi. Pendampingan kepada pemerintah wilayah dalam menerapkan kebijakan pembelajaran masa darurat terus dilakukan hingga kebijakan tersebut berhujung pada 28 Agustus 2026. (PO/E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia