Langit kelabu menaungi aktivitas para pedagang di jejak area kebakaran Pasar Taman Puring, Jalan Kyai Maja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (21/5/2026).

Meski berdagang di bawah tenda darurat, para pedagang tetap melayani pembeli nan datang silih berganti untuk mencari pakaian, sepatu, hingga aksesori dengan nilai terjangkau.

Di tengah penantian revitalisasi pasar, para pedagang justru dihadapkan pada berita rencana alih kegunaan area menjadi taman unik difabel. Rencana itu memicu kekhawatiran lantaran sebelumnya area Pasar Taman Puring disebut bakal dibangun kembali pascakebakaran.

Di sela aktivitas perdagangan, sejumlah pembeli tampak menawar nilai peralatan dagangan kepada pedagang. Sementara itu, pedagang lain terlihat sibuk merapikan dan mengatur susunan peralatan di lapak masing-masing agar tetap menarik perhatian visitor di tengah kondisi pasar sementara nan serba terbatas.

Kondisi lapak darurat nan panas dan terbuka juga berakibat pada menurunnya jumlah pengunjung.

Saat ini sekitar 180 pedagang tetap memperkuat berdagang di letak jejak kebakaran. Jumlah tersebut menurun dibandingkan sebelum kejadian kebakaran, ketika Pasar Taman Puring dihuni lebih dari 500 pedagang.

Aktivitas jual beli tetap berlangsung, namun tidak seramai saat pasar beraksi normal. Penurunan pembeli turut memengaruhi pendapatan pedagang nan sekarang mengandalkan penghasilan harian untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Kondisi lapak darurat nan panas dan terbuka juga berakibat pada menurunnya jumlah pengunjung. Aktivitas jual beli tetap berlangsung, namun tidak seramai saat pasar beraksi normal. Penurunan pembeli turut memengaruhi pendapatan pedagang nan sekarang mengandalkan penghasilan harian untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Para pedagang berambisi area tersebut tetap direvitalisasi menjadi pasar agar aktivitas ekonomi dapat kembali melangkah seperti semula.
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·