, BATAM, – Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) dan PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Riau dan Kepri sepakat memperkuat koordinasi pengamanan prasarana kelistrikan. Langkah ini diambil menyusul peristiwa pemadaman total (blackout) nan melanda Batam pada Senin (12/10) lalu.
Kapolda Kepri Irjen Pol. Suhendri menegaskan bahwa PLN merupakan mitra strategis Polri. Ia menilai sektor kelistrikan memegang peranan vital dalam menunjang aktivitas masyarakat, perekonomian, dan investasi di wilayah tersebut. Polda Kepri pun menyatakan kesiapannya untuk mendukung pengamanan prasarana serta operasional PLN sesuai kewenangan nan berlaku.
"Koordinasi juga perlu diperkuat agar penanganan gangguan dapat dilakukan secara sigap dan tepat serta tidak berkembang menjadi gangguan kamtibmas," ujar Irjen Suhendri saat menerima kunjungan jejeran PT PLN (Persero) UID Riau dan Kepri di Batam, Rabu.
Investigasi Teknis dan Keandalan Sistem
Wakapolda Kepri Brigjen Pol Anom Wibowo menekankan perlunya investigasi teknis secara menyeluruh untuk memastikan penyebab pasti gangguan listrik tersebut. Investigasi ini juga bermaksud untuk mengidentifikasi potensi kerentanan pada sistem kelistrikan nan ada.
"Setiap kemungkinan perlu dikaji berasas hasil pemeriksaan, sementara keandalan pasokan listrik kudu terus diperkuat demi menjaga pelayanan kepada masyarakat dan kepercayaan investor," tegas Brigjen Anom.
Jalur Komunikasi Khusus Cegah Hoaks
Kabidhumas Polda Kepri Kombes Pol Nona Pricillia Ohei turut menyoroti pentingnya membangun jalur komunikasi unik antara PLN dan Polda Kepri, terutama saat terjadi gangguan kelistrikan. Menurutnya, info nan cepat, akurat, dan terverifikasi sangat diperlukan agar masyarakat memperoleh penjelasan nan tepat.
Langkah ini dianggap krusial untuk menghindarkan masyarakat dari info simpang siur dan buletin bohong alias hoaks nan berpotensi menimbulkan keresahan di tengah publik.
Pasokan Listrik Bintan Bergantung pada Batam
General Manager PT PLN (Persero) UID Riau dan Kepri, Sugeng Hidayat, menjelaskan bahwa kebutuhan listrik di Pulau Bintan nyaris seluruhnya dipasok melalui sistem kelistrikan Batam. Saat ini, persediaan daya nan tersedia sekitar 30 MW dari total kebutuhan kurang lebih 100 MW.
"Sistem kelistrikan Batam dan Bintan secara operasional berada di bawah pengelolaan PLN Batam," ungkap Sugeng. Ia menambahkan bahwa audiensi ini menghasilkan komitmen berbareng untuk memperkuat koordinasi pengamanan prasarana vital dan kesiapsiagaan menghadapi gangguan kelistrikan.
Sinergi antara Polda Kepri dan PLN ini diharapkan dapat mendukung keberlangsungan pelayanan publik, menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif, serta menunjang suasana investasi di Kepulauan Riau. Kasus pemadaman total listrik di Batam nan menjalar ke Pulau Bintan terjadi sejak Senin (12/10) pagi, dan kondisi listrik kembali pulih normal pada Rabu (14/10) malam.
Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·