Jakarta -
Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) menggelar seleksi penerimaan taruna dan taruni Politeknik Imipas Tahun Anggaran 2026. Seluruh rangkaian rekrutmen mendapat pengawasan ketat Inspektorat Jenderal Kemenimipas.
Inspektur Jenderal (Irjen) Kemenimipas Rudi Setiawan meninjau langsung tahap penerimaan kesehatan dan pengamatan fisik. Kemenimipas menggandeng RS Bhayangkara Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, untuk tahap pemeriksaan ini.
Dari keterangan tertulis Kemenimipas pada Sabtu (17/10/2026), pemeriksaan digelar pada Kamis (15/10). Rudi menegaskan kepada seluruh panitia dan peserta seleksi bahwa seluruh proses kudu objektif, transparan, dan akuntabel; dan praktik kolusi, manipulasi, maupun pungutan liar (pungli) adalah pelanggaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pemeriksaan kesehatan, para calon taruna dan taruni menjalani pengukuran tinggi dan berat badan, tekanan darah, pemeriksaan bentuk oleh master umum, pemeriksaan gigi dan penglihatan, elektrokardiogram (EKG), radiologi, hingga pengambilan sampel darah dan pemeriksaan urine.
"Integritas kudu menjadi prinsip utama dalam proses penerimaan calon aparatur negara. Setiap peserta kudu mengikuti sistem seleksi nan bertindak dan dinilai berasas keahlian serta hasil pemeriksaan masing-masing," tegas Rudi.
Rudi menekankan peserta juga berkuasa komplain alias menyanggah jika mendapati hasil seleksi tak melangkah adil. Rudi menyampikan setiap peserta seleksi tak terpengaruh pihak-pihak nan mengaku dapat membantu kelulusan.
"Kelulusan kudu ditentukan melalui sistem seleksi dan hasil penilaian sesuai ketentuan, bukan melalui jalur belakang," ucap Rudi.
Rudi pun turut memeriksa penggunaan Live Dashboard Seleksi Kesehatan dan Pemeriksaan Fisik. Dashboard tersebut menyediakan info rekapitulasi kehadiran peserta secara real time, akses arsip dan regulasi, serta rekapitulasi penilaian setelah proses penilaian selesai.
"Pemanfaatan sistem digital ini menjadi salah satu instrumen untuk mendukung keterbukaan info dan memperkuat pengawasan terhadap penyelenggaraan seleksi," tutur dia.
Masih kata Rudi kepada para calon taruna dan taruni, bahwa mereka adalah angan kementerian sekaligus bangsa. Oleh karena itu para peserta seleksi nan secara sadar mengikuti rangkaian proses kudu pula sadar tanggung jawab nan bakal mereka emban setelah dinyatakan lolos seleksi dan lulus pendidikan poltek.
"Karena itu peserta nan mengikuti seluruh tahapan kudu sungguh-sungguh, mengandalkan keahlian sendiri, serta memenuhi kriteria kesehatan dan keahlian jasmani nan ditetapkan," ucap Rudi.
Pada 19 Oktober, pihak Inspektorat Jenderal bakal kembali mengawasi tahap tes jasmani. Hasil pengawasan juga bakal disampaikan kepada Menteri Imipas Agus Andrianto sebagai bahan pertimbangan dan tindak lanjut.
(aud/zap)
52 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·