Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung.(MI/Insi Nantika Jelita)
WAKIL Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung menyatakan pasar modal Indonesia tetap menunjukkan performa positif dengan keberhasilan menghimpun biaya lebih dari Rp125 triliun sepanjang semester I-2026. Capaian ini diraih di tengah perubahan pasar dan beragam tantangan ekonomi dunia nan dinamis.
“Walaupun ada up and down akhir-akhir ini, lebih dari Rp125 triliun telah sukses dihimpun selama semester I 2026,” ujar Juda dalam aktivitas Peringatan HUT ke-49 Pasar Modal Indonesia di Kantor Bursa Efek Indonesia, Senin (10/8). Selain penghimpunan dana, jumlah penanammodal juga mencatatkan pertumbuhan signifikan hingga mencapai 28 juta orang.
Meski menunjukkan tren positif, Juda menekankan pentingnya penguatan berkepanjangan melalui ekspansi pedoman investor, penambahan instrumen, serta peningkatan likuiditas. Pemerintah mendukung penuh Rencana Aksi Percepatan Reformasi Integritas Pasar Modal Indonesia nan dijalankan OJK dan Bank Indonesia untuk memperdalam pasar dan memperkuat tata kelola.
Dari sisi makro, Juda memastikan kondisi fiskal nasional tetap terjaga dengan pertumbuhan penerimaan negara sekitar 24%. Defisit fiskal pun tetap terkendali di bawah level 3%. Belanja pemerintah tetap menjadi motor penggerak ekonomi utama pada dua kuartal pertama tahun 2026 guna menjaga kesejahteraan masyarakat.
Namun, Juda mengingatkan bahwa APBN mempunyai keterbatasan dalam mendanai seluruh kebutuhan pembangunan nasional. Pada APBN 2027, kebutuhan investasi Indonesia diproyeksikan mencapai Rp8.705 triliun. Dari total tersebut, APBN hanya bisa mengover sekitar Rp459 triliun, sementara kontribusi BUMN termasuk Danantara diperkirakan sebesar Rp330 triliun.
Kesenjangan pembiayaan nan mencapai Rp7.973 triliun alias sekitar 91% diharapkan datang dari sektor swasta, termasuk perbankan dan pasar modal. Hal ini menempatkan pasar modal pada posisi strategis sebagai jembatan antara biaya masyarakat dengan kebutuhan pembiayaan korporasi berskala besar.
Juda berambisi pasar modal Indonesia terus beralih bentuk menjadi platform nan efisien, transparan, dan kredibel. Dengan pasar nan likuid dan tepercaya, investasi dapat terfasilitasi secara optimal untuk mendukung sasaran pertumbuhan ekonomi nasional jangka panjang. (Z_10)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·