Pasar Mobil LCGC Turun, Daihatsu: Kami Relatif Stabil

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
All new Daihatsu Ayla. Foto: dok. PT Astra Daihatsu Motor

Penjualan mobil LCGC (Low Cost Green Car) di Indonesia mengalami perubahan komposisi sepanjang 2026. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memperlihatkan penurunan tajam penyerapan model ini.

Selama year to date (YTD) April 2026, total ada 37.823 unit mobil LCGC nan terjual secara wholesales (distribusi dari pabrik ke diler) dengan pangsa pasar 13 persen. Anjlok dalam jika membandingkan YTD 2025 sebanyak 50.416 unit dengan pangsa pasar 19,5 persen.

Sementara bicara info penjualan ritel, angkanya tak jauh beda. Persentase pangsa pasar YTD April 2026 sebesar 13,7 persen sedangkan periode nan sama pada 2025 sebesar 18 persen.

Test drive all new Daihatsu Ayla di Yogyakarta. Foto: dok. PT Astra Daihatsu Motor

Meski demikian Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Sri Agung Handayani menegaskan, permintaan bakal modelnya tetap relatif terjaga. Umumnya di model LCGC tiga baris dengan penjualan per bulan di level 5.000-an unit (gabungan dengan merek Toyota) per bulan.

“Kalau Daihatsu tidak turun lebih ke arah memang market-nya di sana. First car buyer,” katanya saat dijumpai di diler Daihatsu Astra Biz Center BSD, Tangerang, Rabu (20/5).

Penurunan justru terjadi di segmen hatchback nan diisi oleh Ayla dan kembarannya, Agya. Per bulannya rata-rata terkoreksi 1.000-an unit. "Tapi penjualan Daihatsu tetap, sekitar 900 sampai 1.000 kurang lebih," lanjutnya.

Test drive all new Daihatsu Ayla di Yogyakarta. Foto: dok. PT Astra Daihatsu Motor

Menurut Agung, salah satu aspek nan menjaga penjualan Daihatsu tetap stabil, berasal dari ekspansi pasar nan lebih masif. Hasilnya terjadi peningkatan penerimaan seiring strategi pengedaran Daihatsu nan menjangkau lebih banyak daerah.

"Kami masuk ke remote dan rural area lebih dari 50 persen, kan berfaedah wilayah nan mungkin tadi tidak di-reach, kita nan me-reach. Daihatsu juga tidak memandang daya beli tapi juga daya bayar, dan value chain kami juga sangat membantu," ujarnya.

Selain itu, Daihatsu juga menilai pasar pembeli mobil pertama di Indonesia tetap cukup besar. Karena itu, perusahaan tetap konsentrasi menjaga produk nan sesuai dengan kebutuhan konsumen pembeli pertama, termasuk opsi pembayaran dengan tenor panjang.

“Kemudian dengan pembiayaan tenor sampai 8 tahun nan sudah ada dari 2-3 tahun lampau sebagai pilihan nan disesuaikan dengan kemampuannya, bukan berfaedah mempunyai kapabilitas nan buruk, tetapi mempunyai concern mengenai spending bulanan sehingga untuk bisa mengatur finansialnya, memerlukan tenor itu,” timpal Marketing & CR Division Head PT Astra International-Daihatsu Sales Operation, Tri Mulyono.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan