Pasar Asem Reges Andalan Onderdil Copotan Mobil Niaga, Harga Lebih Miring

Sedang Trending 49 menit yang lalu
Pasar Asem Reges di Jakarta Barat. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

Harga suku cadang mobil nan cukup mahal membikin sebagian pemilik kendaraan memilih komponen jejak namalain copotan. Di Pasar Asem Reges, Jakarta Barat, pemilik mobil niaga rupanya menjadi salah satu konsumen nan paling sering membeli onderdil copotan.

Awang, salah satu pedagang spare part mobil jejak di Asem Reges, mengungkapkan bahwa konsumen tokonya memang didominasi para pemilik mobil niaga. Permintaan tersebut membikin komponen untuk kendaraan jenis ini menjadi peralatan nan cukup rutin dicari di tokonya.

"Kalau kita tetap mobil niaga ya lantaran untuk pemasukan harian. Misalnya, Gran Max, Carry, Avanza, Sigra, itu kan mobil nan sering dipakai di jalan untuk ojol alias bisnis, jadi pasti ada usia pakainya," ujarnya saat ditemui kumparan, Senin (24/8).

Gardan di toko spare part mobil jejak Awang di Pasar Asem Reges, Jakarta Barat. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

Suku cadang nan dicari pun beragam, mulai dari silinder head, kruk as, gardan, dan transmisi. Untuk Avanza dan mobil niaga lainnya, gardan disebut menjadi salah satu komponen nan paling laku manis diboyong konsumen.

Awang bilang, konsumen nan datang ke Asem Reges umumnya memang sudah mengetahui karakter pasar tersebut nan menjual komponen bekas. Menurutnya, nilai menjadi argumen utama konsumen memilih spare part copotan dibandingkan membeli baru lantaran selisihnya bisa mencapai jutaan rupiah.

"Utamanya di sini barangnya bekas, tapi sudah jelas orisinal. Kedua, harganya juga cukup, misalkan gardan, di kami Rp 3 juta sementara bengkel resmi bisa Rp 8-9 juta. Kalau peralatan tidak bisa dipakai, alasannya tidak cocok, bunyi, ada agunan dan itu bisa ditukar," ucapnya.

Silinder head Daihatsu Zebra di toko spare part mobil jejak Awang di Pasar Asem Reges, Jakarta Barat. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

Ia menambahkan, suku cadang nan dijual di tokonya kebanyakan merupakan peralatan copotan dari Singapura maupun kendaraan lokal. Sebelum ditawarkan kepada konsumen, komponen tersebut terlebih dulu diperiksa untuk memastikan kondisinya tetap layak digunakan.

"Mobil jejak tabrakan itu tidak bisa dibeli, udah kegerus 80 persen kandungan besinya, nggak layak pakai. Mungkin ada ya pedagang nan begitu, kami jaga kualitas dan jumlah juga, nggak mungkin jualan peralatan asal-asalan," tutup Awang.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan