ParagonCorp Perkuat Ekosistem Smart Lab Lewat R&D Berbasis AI

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta - Di kembali setiap produk kecantikan, terdapat proses nan melibatkan banyak pertimbangan ilmiah. Hal ini meliputi pemilihan bahan aktif, menjaga stabilitas formula, hingga menentukan shade nan sesuai dengan karakter kulit konsumen Indonesia.

Bagi ParagonCorp, kompleksitas tersebut terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan konsumen bakal produk nan lebih individual dan relevan. Untuk menjawab kebutuhan itu, ParagonCorp memperkuat transformasi di bagian riset dan pengembangan melalui Smart Lab 2.0. Pada tahap ini, teknologi AI mulai diintegrasikan ke dalam proses formulasi, pengelolaan bahan baku, hingga pengembangan platform konsumen.

Transformasi R&D ParagonCorp berjalan secara bertahap. Hal ini dimulai dari sistem berbasis kertas dan logbook manual, kemudian berkembang menuju Smart Lab 1.0 melalui platform formulasi berbasis web. Kini, R&D ParagonCorp memasuki fase Smart Lab 2.0 di mana AI mulai dibangun di atas prasarana digital nan telah terintegrasi.

Ke depan, ParagonCorp juga menyiapkan pengembangan menuju Smart Lab 3.0 nan mencakup robotic formulation, automated warehouse, hingga close-system automated pilot scale.

"Kami tidak lagi berada pada tahap digitalisasi dasar, tetapi mulai membangun lapisan AI di atas prasarana R&D nan telah terintegrasi. Tujuannya bukan hanya mempercepat inovasi, tetapi juga membantu proses riset menjadi lebih adaptif, sistematis, dan scalable," ujar Deputy CEO and Chief R&D Officer ParagonCorp, dr. Sari Chairunnisa, Sp.D.V.E, FINSDV dalam keterangannya, Senin (11/5/2026).

Hal tersebut disampaikannya melalui presentasi berjudul "AI-Driven Formulation: Accelerating Ingredient Discovery & Intelligent Experiment Design" pada forum Indonesia Cosmetic Ingredients (ICI) 2026 nan diselenggarakan PERKOSMI di JIExpo Kemayoran, Jakarta. ICI 2026 menjadi ruang kerjasama bagi pelaku industri dalam membahas arah masa depan industri kosmetik nasional, termasuk pemanfaatan AI dalam proses riset dan pengembangan.

ParagonCorp Perkuat Ekosistem Smart Lab Lewat R&D Berbasis AIFoto: ParagonCorp

Implementasi AI di R&D ParagonCorp

Dalam implementasinya, AI telah digunakan di beragam lini R&D ParagonCorp. Salah satunya melalui AI Color Matching dalam proses formulasi produk kosmetik. Dengan pendekatan berbasis kalibrasi spektrofotometer dan colorant tinting database, sistem ini bisa menghasilkan formula warna prediktif dengan tingkat kecermatan lebih dari 95% sekaligus memangkas waktu formulasi hingga sekitar 60% dibandingkan proses konvensional.

Pemanfaatan AI juga mendukung proses ingredient discovery dan intelligent experiment design melalui pengolahan biological big data, mulai dari skin genomics, metabolomics, hingga skin microbiome. Pendekatan ini membantu tim peneliti mengidentifikasi kandidat ingredient nan lebih potensial dan relevan untuk beragam kebutuhan kulit, mulai dari brightening, anti-acne, hingga skin barrier.

Tidak hanya pada proses riset, pemanfaatan AI juga membuka kesempatan bagi ParagonCorp untuk menghadirkan penemuan nan lebih inklusif dan tepat sasaran. Melalui pembangunan dataset warna kulit dari lebih dari 1.000 wanita Indonesia, perusahaan dapat mengembangkan shade produk nan lebih representatif terhadap keberagaman konsumen lokal, mulai dari kategori cushion hingga foundation.

"AI membantu kami memahami konsumen Indonesia secara lebih mendalam, bukan hanya dari sisi preferensi, tetapi juga karakter biologis kulitnya. Dari sanalah penemuan nan betul-betul relevan dapat lahir," ungkap dr. Sari.

ParagonCorp Perkuat Ekosistem Smart Lab Lewat R&D Berbasis AIFoto: ParagonCorp

Di kembali transformasi ini, ParagonCorp menegaskan teknologi bukan menjadi tujuan akhir, melainkan sarana untuk menghadirkan faedah nan lebih luas bagi konsumen dan industri.

Dalam penerapannya, AI diposisikan sebagai co-pilot nan membantu tim peneliti bekerja lebih sigap dan lebih terarah. Meski begitu, keputusan ilmiah dan tanggung jawab dalam pengembangan produk tetap berada di tangan manusia sebagai fondasi utama proses riset dan inovasi.

"AI bagi kami adalah co-pilot, bukan autopilot. AI membantu mempercepat proses dan membuka kemungkinan baru, tetapi sentuhan manusia tetap menjadi penentu utama dalam menghadirkan penemuan nan bertanggung jawab," tegas dr. Sari.

dr. Sari mengungkapkan setiap percepatan nan dihadirkan AI pada akhirnya kudu bermuara pada faedah bagi konsumen. Mulai dari formulasi nan lebih presisi, shade nan lebih representatif, hingga proses penemuan nan lebih efisien dan minim waste dalam pengembangannya.

Adapun partisipasi ParagonCorp dalam ICI 2026 juga menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendorong perkembangan industri kosmetik nasional nan lebih inovatif dan berkelanjutan.

ParagonCorp percaya pemanfaatan AI nan bertanggung jawab dengan tetap mengedepankan keamanan, etika, dan kebutuhan konsumen krusial dalam membangun masa depan industri kosmetik Indonesia nan semakin personal, inklusif, dan berkekuatan saing global. (akd/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News